Purbaya Naik Takhta, Keraton Surakarta Resmi Miliki Raja Baru PB XIV
![]() |
Deklarasi itu disampaikan langsung di Sasana Sewaka, Keraton Solo, beberapa saat sebelum jenazah PB XIII diberangkatkan menuju makam raja-raja di Imogiri, Yogyakarta. Dengan mengenakan busana kebesaran beskap biru dan blangkon, Purbaya berdiri di hadapan keluarga dalem dan abdi keraton, menyampaikan sabda dalem dengan suara tegas.
“Mundhi dhawuh sabda Dalem Sampéyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakoe Boewono Tigawelas... Ingsun Kanjeng Gusti Pangéran Adipati Anom Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Naréndra Mataram... hanglintir kaprabon Dalem minangka Sri Susuhunan Karaton Surakarta Hadiningrat, kanthi sesebutan SAMPÉYANDALEM INGKANG SINUHUN KANGJENG SUSUHUNAN PAKOE BOEWONO PATBELAS,” ucap Purbaya dalam bahasa Jawa krama inggil.
Sebelum deklarasi, Purbaya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendampingi sang ayahanda selama masa perawatan hingga wafatnya.
“Semoga segala perhatian dan ketulusan hati yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang menambah kemuliaan nama di tengah masyarakat,” ujarnya.
Usai pembacaan sabda dalem, Purbaya menutup sambutan dengan perintah agar prosesi pemakaman segera dilakukan. “Selanjutnya, saya perintahkan, jenazah ayahanda segera berangkatkan ke Pajimatan Imogiri. Laksanakan!” katanya dengan suara mantap.
Kerabat Keraton Surakarta, KP Dani Nur Adiningrat, menjelaskan bahwa deklarasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan di Keraton Surakarta Hadiningrat. Menurutnya, langkah itu sudah sesuai tradisi karena Purbaya sebelumnya telah menjabat sebagai Adipati Anom atau putra mahkota.
“Deklarasi ini penting agar tidak ada kekosongan kepemimpinan. Sejak sambutan tadi, beliau resmi sebagai Paku Buwono XIV,” ungkap Dani.
Momen bersejarah itu disaksikan oleh keluarga besar keraton, abdi dalem, dan masyarakat yang memadati area Sasana Sewaka. Tangis haru bercampur khidmat, menandai peralihan takhta dari PB XIII kepada PB XIV yang kini menjadi simbol kelanjutan tradisi dan martabat Keraton Surakarta Hadiningrat. ***













