Pemerhati Jakarta Dukung Langkah Pram Terkait RDF Rorotan
![]() |
| RDF Rorotan Jakarta |
Rabu, 05 November 2025 09:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto yang akrab disapa SGY menyatakan dukungannya terhadap langkah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, yang menegaskan agar fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan tetap beroperasi meskipun uji coba sementara waktu diminta dihentikan.
SGY mengatakan, keputusan Gubernur Pramono untuk tetap melanjutkan proyek RDF Rorotan menunjukkan komitmen kuat pemerintah provinsi dalam mencari solusi berkelanjutan terhadap persoalan sampah di Ibu Kota. Ia menilai sikap gubernur yang tetap mendukung pengoperasian RDF, sembari memastikan perbaikan teknis dilakukan, merupakan langkah bijak dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
"Meski uji coba diminta dihentikan sementara, Gubernur Pramono tetap ingin RDF Rorotan beroperasi. Ini menunjukkan komitmen beliau terhadap penyelesaian masalah sampah di Jakarta. Mari kita bantu bersama agar DLH bisa mencari solusi optimal," kata SGY, dalam keterangan tertulis, Rabu (5/11/2025).
Sebelumnya, Gubernur Pramono meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menghentikan sementara uji coba RDF Rorotan di Cilincing setelah adanya keluhan warga sekitar terkait bau sampah yang menyengat. Namun, ia menegaskan bahwa penghentian tersebut bersifat sementara hingga pemerintah menyiapkan armada truk pengangkut sampah dengan penutup rapat agar air lindi tidak menetes di jalan dan menimbulkan bau tidak sedap.
Menurut Gubernur, persoalan utama dalam pengelolaan RDF bukan terletak pada sistem pengolahannya, melainkan pada aspek pengangkutan dan penanganan sampah yang belum optimal. Ia menyebut RDF Plant Rorotan telah memasuki tahap commissioning dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.000-1.200 ton sampah per hari dan secara teknis siap beroperasi penuh.
SGY menilai, langkah Gubernur Pramono sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif dan terbuka terhadap kritik.
"Beliau tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan aspirasi warga. Ini menunjukkan kepemimpinan yang berorientasi pada solusi nyata," bebernya.
RDF Plant Rorotan merupakan bagian dari strategi Pemprov DKI dalam mengurangi ketergantungan pada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Fasilitas ini diharapkan mampu mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif (refuse derived fuel) yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi bagi industri.
SGY mengingatkan agar DLH DKI Jakarta terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh aspek operasional RDF Rorotan, termasuk pengendalian bau dan stabilitas pasokan bahan baku.
Ia mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan lingkungan serta mendukung program pemerintah menuju pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan.
"RDF Rorotan bukan sekadar proyek teknis, tetapi wujud nyata komitmen Pemprov DKI untuk mendukung target nasional pengelolaan sampah berkelanjutan. Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar fasilitas ini dapat beroperasi secara efektif dan ramah lingkungan," tegasnya.
SGY menyebut, Gubernur Pramono sebagai sosok pemimpin yang memiliki jiwa negarawan, rendah hati, dan berorientasi pada penyelesaian masalah klasik Jakarta.
"Beliau tidak menyalahkan pemimpin sebelumnya, tetapi berfokus pada manfaat dan kemajuan ke depan. Inilah bentuk kepemimpinan yang layak kita dukung," ucapnya.
Menurut SGY, RDF Rorotan bukan sekadar proyek teknis, melainkan wujud nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung target nasional pengelolaan sampah berkelanjutan sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga.
"Dengan semangat kolaborasi, RDF Rorotan bisa menjadi tonggak penting menuju Jakarta yang bersih, sehat, dan berdaulat dalam mengelola sampahnya sendiri," demikian SGY. ***
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













