Program PDM KODI DKI Jakarta Jadi Model Pembinaan Mubalig Perkotaan
![]() |
| Walikota Jakarta Timur, Munjirin saat menyampaikan sambutan. (Ist) |
Kamis, 06 November 2025 12:34 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Sebanyak 35 mubalig dan mubalighah resmi diwisuda dalam Wisuda Angkatan I Pendidikan Dasar Mubalig (PDM) yang digelar Koordinasi Dakwah Islam (KODI) Provinsi DKI Jakarta di Aula Lantai Dasar Gedung A Kantor Walikota Jakarta Timur.
Acara ini menjadi tonggak penting dalam upaya mencetak kader dakwah muda yang siap berdakwah secara kolaboratif di tengah era transformasi sosial dan dinamika masyarakat perkotaan.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin hadir langsung dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya program ini. Ia menilai langkah KODI DKI Jakarta sangat strategis dalam membangun ekosistem dakwah yang moderat dan berorientasi solusi sosial.
"Dakwah di era sekarang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, ormas, dan masyarakat. Para mubalig dituntut memahami perubahan sosial dan menjadi agen pencerahan bagi warga Jakarta," kata Munjirin, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (6/11/2025).
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Jakarta Timur terus membuka ruang sinergi bagi para dai untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di perkotaan.
"Kami ingin para dai menjadi mitra strategis Pemkot dalam membangun masyarakat yang religius, toleran, dan produktif," tambahnya.
Sementara itu, Ketua KODI DKI Jakarta, KH. Jamaluddin F. Hasyim menjelaskan, KODI telah menjadi wadah koordinasi resmi dakwah Islam di ibu kota sejak 1969, dengan misi utama koordinasi, sinkronisasi, dan sinergisitas kegiatan dakwah.
"KODI bukan hanya penghubung antara pemerintah dan masyarakat, tapi juga rumah besar para mubalig Jakarta. Dari sinilah lahir program seperti PDM dan PKM untuk membentuk dai yang kontekstual dan solutif," bebernya.
Program PDM Angkatan I ini diikuti oleh 150 pendaftar, dengan 50 peserta lulus, dan 35 wisudawan bersertifikat yang berasal dari sepuluh kecamatan di Jakarta Timur. Selama tiga bulan pelatihan (78 jam teori dan praktik), peserta dibimbing oleh 26 dosen dan narasumber dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, MUI, dan berbagai lembaga dakwah.
Materi yang diberikan mencakup retorika dakwah, manajemen majelis taklim, psikologi pendidikan, serta skill tabligh dan pembentukan karakter mubalig modern. Dari total lulusan, 22 dai kini aktif berdakwah di masjid dan majelis taklim, sementara 8 lainnya menjadi pengurus lembaga dakwah di ormas besar seperti NU, Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan Al-Washliyah.
Sebagai Direktur PDM, KH. Zainal Arifin Ghufron menekankan pentingnya dakwah kolaboratif di era modern.
"Dakwah harus ditopang oleh kolaborasi, bukan kompetisi. Kita tidak sekadar melahirkan penceramah, tapi pendidik umat yang mampu menghidupkan nurani masyarakat," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, para alumni meluncurkan LADARA (Lembaga Dakwah Rahmatal lil Aalamiin) sebagai wadah sinergi dakwah lintas wilayah. Lembaga ini dipimpin oleh Ustad Wawan Iwandri, wisudawan terbaik PDM Angkatan I. Para alumni juga menerbitkan buku "Cahaya Mimbar Raya" yang berisi refleksi pengalaman dakwah mereka selama pelatihan.
Kegiatan ini didukung oleh Pemprov DKI Jakarta, Pemkot Jakarta Timur, dan Baznas Bazis Kota, serta berbagai ormas Islam dan majelis taklim lokal.
Wisuda ditutup dengan doa bersama dan penyerahan sertifikat kepada lulusan terbaik. Suasana haru menyelimuti momen tersebut, menandai lahirnya generasi mubalig muda yang siap membawa semangat Islam rahmatan lil 'alamin di tengah masyarakat.
KODI DKI Jakarta berkomitmen melanjutkan program lanjutan seperti Pelatihan Mubalig Madya (PLM) dan Workshop Dakwah Digital, guna memperkuat ekosistem dakwah kolaboratif di era transformasi sosial yang kian cepat. ***
| Kategori | : | Umum, DKI Jakarta |













