Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
21 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
15 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
14 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
16 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Setiap Hujan Deras, Jati Padang Tenggelam: Warga Minta Pemprov DKI Tak Tutup Mata

Setiap Hujan Deras, Jati Padang Tenggelam: Warga Minta Pemprov DKI Tak Tutup Mata
Ibu Suliyati pemilik warung kecil hanya bisa pasrah melihat dagangannya lenyap tersapu air.
Kamis, 06 November 2025 09:20 WIB

JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota, Kamis (30/10/2025), kembali menyisakan duka bagi warga Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tanggul Baswedan di saluran penghubung (PHB) Pulo jebol sepanjang 40 meter, mengubah sore mereka menjadi malam penuh kepanikan.

Air setinggi dada orang dewasa menerjang rumah-rumah warga di RT 03 RW 06. Dalam waktu singkat, perabot, kendaraan, dan barang berharga hanyut terbawa arus. Bagi warga, pemandangan seperti ini bukan lagi hal baru — setiap kali tanggul jebol, banjir datang lagi.

Suliyati (53), pemilik warung kecil di depan rumahnya, hanya bisa pasrah melihat dagangannya lenyap tersapu air.

“Warung habis. Motor hanyut, sofa, springbed, pokoknya ambruk semua,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).

Ia menceritakan bagaimana air mulai naik sekitar pukul 16.00 WIB, lalu meluap cepat ke permukiman. Dalam hitungan menit, genangan sudah mencapai dada hingga seleher orang dewasa. “Untung karang taruna cepat bantu. Mereka pasang tali tambang supaya warga bisa pegangan dan nyebrang,” tambahnya.

Suliyati menyebut jebolnya tanggul kali ini bukan hanya karena air yang meluap dari atas, tetapi juga karena rembesan dari bawah. Kondisi aliran kali yang tak seimbang membuat arus air justru berbalik ke arah pemukiman.

“Sebelah sana kali sempit, di sini lebar, jadinya air muter ke arah kami. Makanya tanggul gampang jebol,” jelasnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lebih sigap memperhatikan kondisi tanggul sebelum kerusakan makin parah. “Tolong dicek rutin, jangan tunggu jebol dulu baru datang,” pintanya.

Kepanikan juga dirasakan Halimah (59), warga lain di RT 03. Menurutnya, banjir kali ini jauh lebih parah dibanding peristiwa Juli lalu. Ia bahkan harus mengungsi ke masjid bersama keluarga dan tetangga.

“Kali ini parah banget. Air masuk, kasur semua basah. Kita ngungsi ke masjid, orang-orang pada basah kuyup. Saya cuma bisa bilang, ampun dah, hujannya gede banget,” kisahnya. 

Setiap kali hujan deras turun, warga Jati Padang selalu hidup dalam ketakutan. Tanggul yang tak kunjung diperbaiki seolah menjadi penanda siklus bencana yang terus berulang.

“Capek rasanya tiap tahun begini. Rumah rusak, dagangan hilang, tapi yang berubah cuma airnya makin tinggi,” tutup Suliyati lirih. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Olympic, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww