Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
16 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
13 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
17 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
9 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Olympic

Tragedi di Sekolah Internasional Gading Serpong, Siswa 13 Tahun Jatuh dari Lantai 8

Tragedi di Sekolah Internasional Gading Serpong, Siswa 13 Tahun Jatuh dari Lantai 8
Ilustrasi
Kamis, 06 November 2025 15:00 WIB

TANGERANG – Suasana duka menyelimuti sebuah sekolah internasional di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Seorang siswa kelas VIII berusia 13 tahun meninggal dunia setelah jatuh dari lantai delapan gedung sekolah pada Senin (3/11/2025).

Saat ditemukan, siswa tersebut masih dalam kondisi bernyawa dan langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong. Jenazah kini telah disemayamkan di rumah duka keluarga.

Kepolisian Resor Tangerang Selatan langsung turun tangan menyelidiki penyebab jatuhnya siswa itu. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Wira Graha Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa lima orang saksi.

“Kami sudah minta keterangan dari lima orang, terdiri dari pihak sekolah, teman korban, serta guru dan wali kelasnya,” ujar Wira, Kamis (6/11/2025).

Selain memeriksa saksi, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyita sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. “Semua barang bukti sudah kami amankan untuk mendukung proses penyelidikan,” tambahnya.

Belum diketahui penyebab pasti mengapa siswa itu bisa terjatuh dari lantai delapan. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan serta analisis rekaman CCTV untuk memastikan apakah kejadian tersebut murni kecelakaan atau ada faktor lain.

Pihak sekolah disebut telah bekerja sama dengan kepolisian dan keluarga korban. Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan pengawasan ketat serta pendampingan psikolog bagi siswa lain yang turut terdampak secara emosional.

“Kami mengimbau kepada seluruh siswa dan wali murid agar tetap tenang dan menjalankan kegiatan belajar seperti biasa. Situasi sekolah aman dan kondusif,” jelas Wira.

Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi sekolah-sekolah bertingkat tinggi agar memperketat pengawasan dan memastikan keamanan di setiap area, terutama bagi siswa usia remaja yang masih rentan secara emosional dan psikologis. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Olympic, Umum, DKI Jakarta
wwwwww