Aksi Spontan Warga di Tengah Derasnya Arus: Evakuasi Mahasiswa KKN UIN Walisongo yang Terseret Arus
![]() |
| Dua jenazah mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang hanyut di kawasan Tubing Jalinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo Kendal kini telah ditemukan pada pencarian hari kedua, Rabu (5/11/2025). |
KENDAL – Jerit panik dan suara derasnya arus sungai bercampur jadi satu di Sungai Singorojo, Kendal, saat warga menyaksikan mahasiswa KKN UIN Walisongo terseret arus dalam kegiatan tubing pada Selasa (4/11/2025). Tanpa pikir panjang, sejumlah warga langsung terjun dari jembatan setinggi lima meter demi menyelamatkan para korban.
Peristiwa yang berujung duka itu menewaskan enam mahasiswa. Aktivitas tubing yang semula menjadi pelepas penat di sela pengabdian masyarakat berubah menjadi tragedi memilukan.
Tubing sendiri merupakan kegiatan rekreasi mengarungi sungai menggunakan ban besar tanpa dayung. Arus deras dan kondisi sungai yang licin membuat para mahasiswa kehilangan kendali hingga terhanyut.
Tim SAR gabungan bersama warga kemudian bergerak cepat melakukan pencarian. Pada hari pertama, tiga korban ditemukan meninggal dunia: Riska Amelia (21) asal Pemalang ditemukan pukul 14.13 WIB, M. Labib Rizqi (21) asal Pekalongan ditemukan pukul 15.58 WIB, dan Syifa Nadhilah (21) juga asal Pemalang ditemukan pukul 16.07 WIB.
Keesokan harinya, pencarian berlanjut di sepanjang aliran sungai. Bima Pranawira (21), mahasiswa asal Gresik, ditemukan pukul 08.12 WIB di Kedung Mlantingan, sekitar 150 meter dari lokasi awal. Satu jam kemudian, Muhammad Jibril Asyrafi (21) asal Jepara ditemukan di Karet Bulu Sawah Jolinggo, berjarak 3,5 kilometer dari titik kejadian.
Tragedi ini ditutup dengan penemuan jenazah terakhir, Nabila Yulian Dessi Pramesti (21) asal Bojonegoro, pada Rabu (5/11/2025) malam. Semua korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di daerah masing-masing.
Saksi mata, Wawan (37), warga sekitar, menceritakan momen dramatis ketika ia bersama beberapa warga berusaha menolong korban.
“Waktu lihat mereka hanyut, kami langsung lompat dari jembatan. Arusnya kuat banget, tapi kami berusaha tarik siapa pun yang bisa diselamatkan,” ujarnya dengan napas berat.
Tim SAR mengakui bahwa bantuan warga sangat berperan dalam proses evakuasi. “Tindakan cepat masyarakat membuat beberapa korban segera ditemukan. Ini murni kecelakaan akibat kondisi arus sungai yang deras,” kata salah satu anggota SAR Kendal.
Pihak kampus UIN Walisongo menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa enam mahasiswanya. Mereka sedang menjalankan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah Kendal saat insiden terjadi.
“Ini kehilangan besar bagi keluarga besar UIN Walisongo. Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya,” ujar perwakilan universitas dalam pernyataan resmi.
Kini, aliran Sungai Singorojo kembali tenang, namun kisah keberanian warga dan kehilangan enam calon sarjana muda itu menjadi kenangan yang membekas di hati banyak orang. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tribunnews.com |
| Kategori | : | Olympic, DKI Jakarta, Jawa Tengah |













