Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
5 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Nasional

BGN Akui 48 Persen Kasus Keracunan Pangan Berasal dari Makan Bergizi Gratis

BGN Akui 48 Persen Kasus Keracunan Pangan Berasal dari Makan Bergizi Gratis
Makan Bergizi Gratis. (Ist)
Rabu, 12 November 2025 13:23 WIB
Penulis: Azhari Nasution
‎JAKARTA- Komisi IX DPR menggelar rapat dengar pendapat bersama Badan Gizi Nasional (BGN) membahas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam rapat tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa kasus keracunan akibat program MBG menyumbang hampir separuh dari total keracunan pangan di Indonesia.

‎"Terkait khususnya keracunan pangan di Indonesia secara umum, total kejadian di Indonesia itu sampai hari ini itu ada 441 total kejadian di mana MBG menyumbang 211 kejadian atau kurang lebih 48% dari total keracunan pangan yang ada di Indonesia," ujar Dadan dalam rapat di Komisi IX DPR, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

‎
‎Dadan menambahkan, berdasarkan data BGN, terdapat 636 penerima manfaat yang harus menjalani rawat inap akibat keracunan, sedangkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 638 kasus. 
‎
‎"Dan jika dilihat total penerima manfaat yang menerima gangguan kesehatan itu yang rawat inap ada 636 kalau di data kami, kalau di Kemenkes 638 beda 2," katanya.
‎
‎Untuk korban rawat jalan, BGN mencatat 11.004 orang, sementara Kemenkes mencatat 12.755 orang. Berdasarkan data Kemenkes, total penerima manfaat MBG yang mengalami gangguan kesehatan mencapai 13.371 orang.
‎
‎"Totalnya kalau berbasis laporan Kemenkes itu 13.371 penerima manfaat yang alami gangguan kesehatan akibat program makan bergizi," jelasnya.
‎
‎Meski begitu, Dadan menegaskan sebagian besar pelaksanaan program MBG berjalan dengan baik. 
‎
‎"Sampai hari ini kita sudah memproduksi total 1,8 miliar porsi makan," ungkapnya. ***

Sumber:Detik.com
Kategori:Nasional
wwwwww