Kasus Peledakan di SMAN 72, Kadisdik DKI Didesak Mundur karena Dinilai Gagal Awasi Sekolah
![]() |
| Kondisi masjid di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara usai ledakan, Jumat, 7 November 2025. |
JAKARTA – Desakan agar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana, mundur dari jabatannya menguat pasca peristiwa peledakan di SMAN 72 Jakarta. Insiden yang terjadi Jumat (7/11/2025) itu menyebabkan 96 orang siswa dan guru mengalami luka-luka, dan kini memicu gelombang kritik terhadap sistem pengawasan di sekolah.
Ketua Poros Rawamangun, Rudy Darmawanto, menyebut ledakan tersebut menjadi bukti kegagalan Disdik DKI menjaga keamanan lingkungan pendidikan.
“Kadisdik telah gagal menjaga keamanan kawasan sekolah secara serius,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Kamis (13/11/2025).
Menurut Rudy, peristiwa bom rakitan di SMAN 72 tak berdiri sendiri. Ia menilai ada persoalan pembinaan siswa yang tidak terawasi dengan baik, termasuk maraknya perundungan di sekolah tersebut.
“Buktinya sekolah itu rawan terjadi kasus perundungan,” katanya.
Rudy menegaskan, supervisi menyeluruh seharusnya menjadi tugas rutin Disdik DKI untuk memastikan kondisi sekolah tetap kondusif dan perilaku siswa terpantau. Ia menilai, jika pengawasan dilakukan dengan benar, rangkaian peristiwa yang berujung peledakan itu seharusnya dapat dicegah.
“Ini tidak akan terjadi bila supervisi terhadap siswa dan sekolah dilakukan secara serius,” ujarnya.
Untuk mencegah insiden serupa, Rudy mendesak adanya evaluasi total terhadap sistem pembinaan dan pengawasan di semua sekolah Jakarta. Menurutnya, kasus perundungan yang memicu tindakan ekstrem siswa harus menjadi alarm bagi pemerintah provinsi.
“Perlu evaluasi total terhadap kinerja penyelenggaraan pendidikan di berbagai sekolah di Jakarta,” tegasnya.
Ia juga meminta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut menilai kembali penempatan pejabat strategis, termasuk posisi Kepala Disdik.
“Gubernur harus mengevaluasi penempatan seseorang pada jabatan tertentu, apalagi jabatan Kadisdik Nahdiana,” kata Rudy.
Desakan publik ini memperlihatkan betapa seriusnya dampak sosial dari peristiwa di SMAN 72. Selain soal keamanan, kasus ini kembali memunculkan sorotan pada persoalan perundungan siswa yang belum tertangani secara maksimal di lingkungan sekolah. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | rmol.id |
| Kategori | : | Badminton, Umum, DKI Jakarta |













