Insiden Truk Oleng dalam Kapal Feri, Penyeberangan Bakauheni–Merak Diminta Waspada
![]() |
| Satu unit kendaraan Mobil truk hampir terbalik di dalam kapal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan |
LAMPUNG SELATAN – Suasana penyeberangan di Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni mendadak mencekam ketika sebuah truk hampir terguling di dalam kapal feri, Minggu (16/11/2025) dini hari. Guncangan keras dari ombak tinggi membuat badan kapal bergoyang saat proses muat berlangsung, hingga kendaraan berat itu terlihat miring dan nyaris roboh.
Momen tersebut terekam oleh seorang penumpang yang berada di dalam kapal. Dalam video, terdengar kepanikan yang muncul bersamaan dengan gerakan kapal yang tak stabil.
“Kejadian di kapal risel dermaga 3 ini, kapal risel enggak bisa muat,” ujar perekam video itu.
Tidak ada korban dalam insiden tersebut, namun peristiwa ini memperkuat peringatan cuaca yang sebelumnya sudah dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Panjang mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk periode 16–19 November 2025.
Prakirawan BMKG, Amalia Khoirunnisa, menyebut gelombang empat meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Lampung.
“Gelombang sedang 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi di Teluk Lampung bagian utara dan selatan. Sementara gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi ini berdampak langsung terhadap keselamatan pelayaran, dengan tingkat risiko berbeda untuk setiap jenis kapal:
Perahu nelayan: waspada pada angin 15 knot dan gelombang 1,25 meter
Kapal tongkang: waspada pada angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter
Kapal feri: berisiko pada angin 21 knot dan gelombang 2,5 meter
Kapal besar (kargo/pesiar): waspada pada angin 27 knot dan gelombang 4 meter
Amalia menjelaskan, angin dominan bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 2–25 knot, dengan kecepatan tertinggi terpantau di perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan.
“Kami mengimbau seluruh aktivitas pelayaran, termasuk penyeberangan Bakauheni–Merak, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan jadwal jika diperlukan,” ucapnya.
Dengan peringatan gelombang tinggi yang masih berlangsung, seluruh pengguna jasa kapal diimbau lebih berhati-hati serta terus memperhatikan informasi cuaca terbaru dari BMKG untuk menghindari risiko kecelakaan serupa. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kumparan.com |
| Kategori | : | Olympic, DKI Jakarta, Lampung |













