Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Mandek di Penyidikan, Desakan Periksa Bobby Nasution Semakin Menguat

Mandek di Penyidikan, Desakan Periksa Bobby Nasution Semakin Menguat
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Senin, 17 November 2025 09:30 WIB

JAKARTA – Penanganan kasus dugaan suap proyek jalan di Dinas PUPR Pemerintah Provinsi Sumut kembali mendapat sorotan. Sejak Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan memerintahkan pemanggilan Gubernur Sumut, Bobby Nasution, Rabu (24/9/2025), hingga kini Komisi Pemberantasan Korupsi belum juga mengambil langkah pemeriksaan.

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat, Hari Purwanto, menilai berlarut-larutnya sikap KPK memunculkan pertanyaan soal ketegasan lembaga antikorupsi tersebut.
"Pimpinan KPK harus segera mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan Kasatgas Penyidikan memanggil dan memeriksa Bobby Nasution," ujarnya, Minggu (16/11/2025).

Hari heran mengapa KPK belum memeriksa menantu mantan Presiden Joko Widodo itu. Ia menilai pimpinan KPK seharusnya berani mengambil tindakan bila penyidikan berjalan stagnan.
"Kalau tidak mampu memanggil Bobby, pimpinan KPK bisa mengambil langkah tegas mencopot Kasatgas Penyidikan," tegasnya.
"KPK jangan terlalu banyak pertimbangan karena bukan lembaga politis. KPK harus tegas, tidak abu-abu."

Desakan serupa disuarakan Indonesia Corruption Watch dalam aksi di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (14/11/2025). Massa membawa poster-poster tuntutan dan pertunjukan wayang bergambar Jokowi dan Bobby sebagai simbol kritik.

Peneliti ICW, Zararah Azhim Syah, menilai upaya penyidik untuk memeriksa Bobby justru terhambat di tingkat kepala satgas.
"Penyidik KPK sudah mengusulkan kepada ketua satgas yang menangani kasus ini untuk memeriksa Bobby, tapi ketiga kepala satgas tersebut tidak ada yang berani untuk memeriksa Bobby," ungkapnya.

ICW menekankan perlunya pengembangan perkara, terutama karena pihak yang terjaring OTT sudah memasuki tahap persidangan. Pemeriksaan terhadap Bobby disebut penting untuk memastikan kebenaran dugaan keterlibatan.
"KPK kan lembaga penegak hukum. Kalau taat hukum, harusnya menjalani perintah hakim Pengadilan Tipikor Medan untuk memeriksa Bobby, tapi sampai sekarang tidak diperiksa," tutup Azhim. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Voli, Metropolitan, Beladiri, DKI Jakarta, Sumatera Utara
wwwwww