Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
7 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
8 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
13 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  PON

Bahan Bom SMAN 72 Ternyata Dibeli via Online Shop, Keluarga Tak Menyangka

Bahan Bom SMAN 72 Ternyata Dibeli via Online Shop, Keluarga Tak Menyangka
Petugas Polda Metro Jaya berada saat pelaksanaan olah TKP di dalam Masjid yang terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). (foto: antara/naufal khoirulloh/foc).
Jum'at, 21 November 2025 14:48 WIB

JAKARTA – Penyelidikan ledakan di SMAN 72 Jakarta kembali mengungkap fakta mengejutkan. Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) yang diduga sebagai perakit bom diketahui membeli seluruh bahan peledak melalui e-commerce. Paket-paket itu diterima langsung oleh orang tua ABH tanpa menimbulkan kecurigaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa orang tua ABH sama sekali tidak mengetahui isi dan tujuan sebenarnya dari barang-barang tersebut. “Iya, belinya secara online. Karena kan orang tuanya yang menerima paket,” katanya, Jumat (21/11/2025).

ABH disebut memberi alasan bahwa barang-barang itu dipakai untuk kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Penjelasan tersebut membuat keluarga menyimpan paket tanpa merasa ada yang janggal. “Dia bilang untuk ekstrakurikuler. Jadi keluarga tidak curiga,” jelas Budi.

Budi mengatakan kondisi psikologis ABH masih labil setelah insiden terjadi. Ini membuat penyidik belum bisa mendapatkan keterangan secara utuh. “Dia masih bengong, ngomong sebentar lalu diam lagi. Dokter menyebut belum pulih sepenuhnya,” ujarnya.

Sementara itu, tiga korban ledakan masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit berbeda: RS Yarsi, RSCM, dan RS Polri. Polisi terus melakukan pendalaman dengan memeriksa keluarga ABH, saksi-saksi, tim psikolog, dan Puslabfor untuk memastikan rangkaian kejadian sejak bahan-bahan itu dibeli hingga ledakan terjadi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:PON, Olympic
wwwwww