Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
14 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
14 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
14 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
19 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Voli

BGN Jelaskan Celah Sistem yang Buka Peluang Seseorang Miliki Puluhan Dapur MBG

BGN Jelaskan Celah Sistem yang Buka Peluang Seseorang Miliki Puluhan Dapur MBG
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Jum'at, 21 November 2025 06:30 WIB

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi polemik kepemilikan 41 dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) milik Yasika Aulia Ramdhani, putri Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Yasir Machmud, yang memicu kritik luas karena dinilai mencerminkan penguasaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh pihak tertentu.

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang menegaskan dapur-dapur tersebut tetap beroperasi karena sejak awal telah melayani ribuan anak penerima manfaat.
"Ya, enggak lah, kan sudah jalan, masa dihentikan? Nanti bagaimana anak-anak yang terima manfaat?" ujarnya, Kamis.

Nanik menjelaskan fokus BGN saat ini adalah menjaga keberlanjutan pelayanan, seraya melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh dapur.
"Kita evaluasi, ya. Kalau misalnya dapurnya jalan baik-baik ya kan. Itu peraturan yang lalu, ke depan nanti kita tegakkan lagi," jelasnya.

Ia membeberkan bahwa proses pendaftaran SPPG tidak memungkinkan BGN mengetahui pemilik secara langsung karena pengajuan datang dari berbagai yayasan.
"Jadi kan, tahunya nanti orang cerita, 'oh itu punya ini, punya itu'. Yang paling penting dia bisa memberikan manfaat untuk anak-anak di Makassar," katanya.

Terkait munculnya 41 dapur dari satu pihak, Nanik tidak menampik adanya kemungkinan penggunaan nama yayasan berbeda untuk mengajukan SPPG melebihi batas maksimal.
"Karena di sistem kalau sudah 10 ini langsung tutup. Berarti kalau dia bisa lebih, itu berarti pakai nama lain," ungkapnya.

Ia turut memaparkan bahwa pada awal Program MBG, pemerintah mendorong partisipasi yayasan pendidikan dan sosial. Namun tingginya kebutuhan mempercepat pembangunan dapur membuat BGN memberi ruang bagi pihak yang mampu membangun fasilitas secara cepat.
"Akhirnya, oke, bagaimana untuk mempercepat terbentuknya SPPG itu, ya kita mintalah siapa yang mampu untuk bisa membangun dapur itu. Ya nanti kita sambil lihat ya," urainya.

Sebelumnya, dugaan monopoli pendirian SPPG di Sulsel ramai diperbincangkan setelah viral informasi bahwa Yasika Aulia Ramdhani memiliki 41 dapur MBG yang tersebar di empat daerah. Praktik itu memantik kritik berbagai kalangan karena dinilai mengganggu prinsip pemerataan partisipasi dalam program tersebut. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:antaranews.com
Kategori:Voli, Metropolitan, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan
wwwwww