Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Beladiri

‎Ida Mahmudah Ikut Aksi Massa Sunter Jaya Geruduk BPN Jakut

‎Ida Mahmudah Ikut Aksi Massa Sunter Jaya Geruduk BPN Jakut
Ida Mahmudah saat berorasi di depan Kantor BPN Jakarta Utara.
Rabu, 26 November 2025 14:09 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Legislator DPRD DKI Jakarta yang juga warga Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Ida Mahmudah mendesak, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara segera membuka blokir sertifikat tanah milik warga Sunter Jaya. Desakan ini disampaikan dalam aksi damai warga yang digelar karena surat resmi mereka kepada DPRD tidak mendapat jawaban.

‎Ida menegaskan, warga turun ke jalan karena langkah-langkah administratif sebelumnya tidak direspons.

‎
‎"Surat resmi kami tidak didengarkan dan tidak dijawab oleh DPRD. Makanya aksi hari ini terjadi," ujar Ida dalam orasinya di depan Kantor BPN Jakarta Utara, Rabu (26/11/2025).
‎
‎Ida menjelaskan, warga Sunter Jaya telah tinggal puluhan tahun di kawasan tersebut, memiliki sertifikat sah yang diterbitkan BPN. Untuk itu, lanjut Ida, pemblokiran mendadak yang dilakukan BPN tidak masuk akal.
‎
‎"Tidak ada angin, tidak ada hujan, BPN mendadak memblokir sertifikat kami. Kita bukan mencuri, kita punya sertifikat yang dikeluarkan BPN," bebernya.
‎
‎Politisi senior PDI Perjuangan ini menyampaikan, pemblokiran tersebut berdampak pada aktivitas ekonomi warga, termasuk dirinya sebagai pemilik lahan.
‎
‎"Tiga periode sertifikat saya bisa diterima saat digadaikan, tapi tahun 2024 tiba-tiba tidak bisa, padahal sertifikatnya sama. Kenapa? Di mana kesalahannya?" kata Ida.
‎
‎Politisi partai wong cilik yang telah empat periode menjabat ini menegaskan, warga akan terus turun jika tidak ada tindakan dari BPN.
‎
‎"Dalam satu minggu, kalau belum ada jawaban atau pembukaan blokiran, warga Sunter Jaya akan turun dengan jumlah berkali-kali lipat," ucapnya.
‎
‎Menurut Ida, warga Sunter Jaya mrnunggu pernyataan resmi dari BPN keluar hari ini atau paling lambat dalam satu pekan.
‎
‎"Harapan kami siang ini ada jawaban. Berapa lama lagi kita harus menunggu?," ujarnya.
‎
‎Sementara itu, Kepala BPN Jakarta Utara Sontang Coin Manurung menjamin akan membuka blokir seluruh warga Sunter Jaya dalam jangka waktu satu pekan.
‎
‎"Kami mengupayakan pembukaan blokir dalam jangka waktu satu minggu," pungkas Sontang.
‎
‎Sebagai informasi, aksi unjuk rasa yang diikuti sekitar 2.000 warga Sunter Jaya ini berlangsung damai dan mendapat pengawalan kepolisian. Warga menyatakan siap kembali melakukan demonstrasi yang lebih besar jika tuntutan pembukaan blokir tidak dipenuhi. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww