Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
6 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Jelang Nataru, Mendag Minta Pemda Jaga Stabilitas Harga Pangan

Jelang Nataru, Mendag Minta Pemda Jaga Stabilitas Harga Pangan
Menteri Perdagangan Budi Santoso saat menyampaikan sambutannya pada acara Penganugerahan Penghargaan Perlindungan Konsumen dan Forum Konsultasi Publik UPTP III 2025.
Kamis, 27 November 2025 14:45 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan, pemerintah daerah (Pemda) harus sigap menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Imbauan tersebut disampaikan dalam Penganugerahan Penghargaan Perlindungan Konsumen dan Forum Konsultasi Publik UPTP III 2025 di kantor Kemendag, Kamis (27/11/2025).

‎
‎"Bapak-Ibu yang saya hormati, para pimpinan daerah, mumpung kita bertemu pada acara yang berbahagia ini, kami ingin menyampaikan bahwa sekarang sudah akhir November, jadi kita menghadapi Natal dan Tahun Baru," ujar Budi.
‎
‎Ia menekankan, Kemendag telah berkoordinasi dengan pemda, pemasok, hingga distributor untuk mengamankan pasokan dan memastikan distribusi barang pokok tetap lancar. Komitmen pusat dan daerah, katanya, menjadi kunci stabilitas harga di periode puncak konsumsi ini.
‎
‎Pemantauan harga dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), yang mengandalkan laporan rutin dari daerah.
‎
‎"Karena data yang independen, akuntabel, dan berdaya akan memudahkan Bapak-Ibu dan kita semua dalam mengambil keputusan. Data SP2KP juga dipakai oleh BPS dan selalu digunakan dalam rapat-rapat pengendalian inflasi," tutup Budi. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Nasional, Ekonomi
wwwwww