Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Voli

DPR Soroti Kerusakan Lahan Usai Bencana Sumatera, Izin Usaha Ekstraktif Jadi Titik Kritik

DPR Soroti Kerusakan Lahan Usai Bencana Sumatera, Izin Usaha Ekstraktif Jadi Titik Kritik
Petugas mengevakuasi masyarakat terdampak banjir di Aceh
Sabtu, 29 November 2025 19:33 WIB

JAKARTA – Gelombang banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera memantik desakan keras dari Dewan Perwakilan Rakyat. Wakil Ketua Fraksi PKB DPR RI, Maman Imanulhaq, menilai bencana yang terjadi berulang kali menunjukkan adanya kerusakan lingkungan serius yang tak bisa dilepaskan dari aktivitas usaha ekstraktif.

Sebagai Anggota Timwas Bencana DPR RI, ia menegaskan bahwa pemerintah harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin pertambangan dan perkebunan skala besar yang diduga mempercepat degradasi lahan.
"Evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha ekstraktif seperti tambang dan perkebunan besar yang merusak tutupan lahan," katanya, Sabtu (29/11/2025).

Ia menyoroti kemunculan Siklon Senyar di wilayah yang sebelumnya tidak memiliki sejarah fenomena serupa. Menurutnya, hal itu menjadi tanda bahwa perubahan iklim dan kerusakan lingkungan telah memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan.
"Telah mencapai tingkat yang mengancam keselamatan rakyat di banyak daerah Indonesia," ujarnya.

Maman juga meminta pemerintah memperkuat mitigasi secara nyata. Ia menekankan pentingnya revitalisasi daerah aliran sungai, penghijauan massif, penataan ruang berbasis risiko bencana, hingga penambahan anggaran untuk kesiapsiagaan dan pemulihan.

Serangkaian bencana di Sumatera, tegasnya, harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola lingkungan agar masyarakat tidak terus menjadi korban di wilayah rawan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Voli, Metropolitan, Beladiri, DKI Jakarta, Aceh, Sumatera Utara
wwwwww