Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
18 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
22 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Basket

Jaringan Gelap Terbongkar, Polisi Australia Tangkap Empat Anggota Sekte yang Eksploitasi Anak

Jaringan Gelap Terbongkar, Polisi Australia Tangkap Empat Anggota Sekte yang Eksploitasi Anak
Iustrasi. Polisi tangkap empat orang terduga anggota sekte satanic terkait jaringan pelecehan seksual pada anak-anak. (istockphoto/lukatdb)
Senin, 01 Desember 2025 15:00 WIB

JAKARTA – Polisi Australia membongkar jaringan yang selama ini beroperasi dalam bayang-bayang dunia maya. Empat pria ditangkap terkait kasus eksploitasi seksual anak-anak, sebuah tindakan yang mengguncang masyarakat New South Wales dan meninggalkan luka emosional bagi siapa pun yang mendengar detailnya.

Penangkapan dilakukan pada Minggu (30/11) setelah Kepolisian New South Wales mengembangkan penyelidikan lintas negara. Para pelaku diduga bagian dari kelompok beraliran gelap yang menyebarkan konten ke jaringan internasional. Polisi kini bekerja keras mengidentifikasi para korban—anak-anak tak berdaya dari usia bayi hingga 12 tahun. 

Komandan Divisi Kejahatan Seksual, Jayne Doherty, menyebut kasus ini sebagai salah satu kejahatan paling mengusik yang pernah dihadapi timnya.

“Materi yang dibagikan sangat menjijikkan dan melibatkan simbol serta ritual yang digunakan untuk menyamarkan tindakan mereka,” ungkapnya. Ia menambahkan, ribuan video ditemukan pada perangkat elektronik yang disita saat penggerebekan. 

Operasi itu memperlihatkan betapa seriusnya ancaman yang bersembunyi di balik gawai dan ruang digital. Polisi menemukan bahwa kelompok tersebut tak hanya berkoordinasi di Australia, tetapi juga memiliki koneksi dengan jaringan pelaku internasional.

Salah satu penangkapan yang dirilis dalam bentuk video memperlihatkan aparat menggedor pintu sebuah apartemen di Waterloo. Teriakan “polisi!” menggema sebelum seorang pria 26 tahun diringkus. Ia diduga memiliki peran sentral dalam kelompok tersebut. Video itu menampilkan kepanikan sekejap—pertanda akhir dari praktik yang selama ini tersembunyi.

Penyelidikan dilakukan melalui operasi khusus bernama Strike Force Constantine, yang telah dijalankan sejak April. Operasi ini bertujuan memburu pelaku eksploitasi anak di dunia maya, terutama mereka yang menggunakan tema dan simbol beraliran gelap untuk memanipulasi ruang digital.

Pada November, polisi mulai melacak aktivitas kelompok tersebut di Sydney setelah menemukan indikasi bahwa mereka terhubung dengan sindikat paedophilia internasional. 

Kasus ini menyisakan pesan yang menohok: kejahatan terhadap anak dapat bersembunyi di tempat paling sunyi, dan terkadang hanya keberanian penyidiklah yang mampu membongkar tirai kegelapan itu. Polisi menegaskan bahwa penyelidikan masih berlanjut, dan prioritas utama kini adalah mengidentifikasi serta melindungi para korban yang terdampak. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Basket, Beladiri
wwwwww