Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
19 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
21 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
17 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
19 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Badminton

Krisis Lahan Pemakaman, DKI Genjot Penambahan 1.300 Makam Baru di Menteng Pulo

Krisis Lahan Pemakaman, DKI Genjot Penambahan 1.300 Makam Baru di Menteng Pulo
TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan. (Ist)
Selasa, 02 Desember 2025 15:57 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mengebut penataan ulang tempat pemakaman umum (TPU) Menteng Pulo 2, Tebet, Jakarta Selatan, untuk membuka 1.300 petak makam baru. Lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi itu dapat difungsikan setelah seluruh warga yang tinggal di area pemakaman direlokasi ke rumah susun.

‎"Untuk makam kurang lebih 4.000 meter persegi (M2) akan ditata lagi, dibuat kavling-kavling oleh Pak Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI nanti. Kurang lebih bisa dibuat 1.300 makam," ujar Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, di TPU Menteng Pulo 2, Selasa (2/12/2025).

‎
‎Anwar menyebut, kebutuhan lahan pemakaman di Ibu Kota kian mendesak. Relokasi warga ke Rusun Jagakarsa dan Rawa Bebek diharapkan memulihkan fungsi TPU sekaligus membantu mengatasi krisis lahan.
‎
‎"Karena dihitung-hitungan Pak Kadis per hari bisa 100 makam yang dibutuhkan di Jakarta," katanya.
‎
‎Kepala Distamhut DKI, Fajar Sauri menegaskan, batas waktu relokasi hingga Kamis (4/12). Setelah itu, area akan dibersihkan untuk penataan makam.
‎
‎"Tadi Pak Wali dan kita sudah kompak, tanggal 4 Desember kita harus clear, kita bongkar semuanya biar bersih," ujar Fajar.
‎
‎Pemprov DKI mencatat hanya sembilan TPU yang masih bisa menerima jenazah baru, sementara 69 TPU lainnya telah penuh dan hanya melayani sistem tumpang. Saat ini tersisa 118.348 petak makam di seluruh Jakarta cukup untuk sekitar tiga tahun jika rata-rata kebutuhan 100 jenazah per hari.
‎
‎Adapun, 11 TPU yang masih memiliki daya tampung antara lain TPU Rawa Terate, Cipayung, Cilangkap, Bambu Apus, Rorotan, Cipinang Besar, Tanah Kusir, Srengseng Sawah, Kampung Kandang, dan Tegal Alur. Selain itu, TPU Pengadungan di Jakarta Barat seluas 65 hektare masih menunggu pengerukan sebelum dapat difungsikan. ***

Editor:Senopati Ukoro
Sumber:Antaranews.com
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww