Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
19 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
15 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
15 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Olympic

Peringatan Eks Bos BMKG Terbukti: Banjir Besar Sumut Sudah Diantisipasi namun Tak Terbendung

Peringatan Eks Bos BMKG Terbukti: Banjir Besar Sumut Sudah Diantisipasi namun Tak Terbendung
Banjir di Tapanuli Selatan. (foto: antara/yudi manar)
Sabtu, 06 Desember 2025 15:59 WIB

JAKARTA – Fakta baru terungkap di balik banjir bandang dahsyat yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Mantan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkap bahwa dirinya bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, telah memberi peringatan dini kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengenai potensi bencana berskala besar sejak Oktober 2025.

Saat itu, Dwikorita meninjau kawasan Tapanuli dan menyampaikan kewaspadaan terhadap ancaman banjir bandang yang diprediksi terjadi pada November.

"Kita belum membayangkan siklonnya akan segitu bandelnya… tapi fenomena alamnya sering terjadi banjir bandang dan koordinasi dengan pemerintah daerah itu sudah ada," ujarnya dalam diskusi Pojok Bulaksumur di UGM, Sleman, Kamis (4/12/2025).

Dwikorita menjelaskan bahwa peringatan tersebut ditindaklanjuti melalui pertemuan daring dengan Bobby Nasution. Pemerintah Provinsi Sumut disebut telah bersiap, namun skala bencana melampaui prediksi. Banjir dan longsor terjadi serentak di banyak daerah aliran sungai (DAS), membuat dampaknya lebih luas dan lebih cepat dari siklus 50 tahunan yang pernah ia teliti di Bahorok.

Ia menilai ada faktor non-alamiah yang memperburuk kondisi, yakni campur tangan manusia dalam bentuk perubahan tata lahan. Sebagai Guru Besar Geologi Lingkungan, ia menyebut aspek antropogenik itu mengganggu kesiapan mitigasi yang sudah disusun.

"(Faktor) antropogenik itu mengacaukan semua kesiapan. Kalau ekologinya tidak benar, kita selalu kalah dengan tantangan yang ada," tegasnya.

Peringatan Dwikorita tidak hanya ditujukan untuk Sumatera Utara. Ia meminta daerah-daerah dengan bentang alam serupa Pegunungan Bukit Barisan—termasuk Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku, hingga Papua—untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Menurutnya, wilayah-wilayah tersebut berpotensi mengalami bencana serupa, terutama ketika terjadi akumulasi hujan ekstrem.

Dwikorita mengingatkan bahwa Desember 2025 sampai April 2026 merupakan periode tumbuhnya siklon di selatan ekuator. Meski hanya dari bibit siklon, intensitas hujannya disebut cukup untuk memicu longsor dan banjir bandang pada kawasan geologi rentan.

"Guyuran hujan dari bibit siklon saja sudah cukup memicu tanah longsor dan banjir bandang," ujarnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Olympic, Lingkungan, DKI Jakarta, Sumatera Utara
wwwwww