Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
7 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
8 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
11 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Badminton

‎Wagub Rano Dorong Pelestarian Budaya Betawi Lewat Karnaval Sarendo-rendo di Monas

‎Wagub Rano Dorong Pelestarian Budaya Betawi Lewat Karnaval Sarendo-rendo di Monas
Wagub DKI Jakarta Rano Karno usai membuka Karnaval Sarendo-rendo 2025. (Ist)
Minggu, 14 Desember 2025 11:37 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan, komitmen Pemprov DKI dalam menjaga dan menghidupkan budaya Betawi melalui Karnaval Sarendo-rendo 2025 di Silang Monas sisi selatan, Jakarta Pusat, Minggu (14/12/2025).

‎Menurut Rano, Ruang publik ibu kota harus dimanfaatkan sebagai panggung terbuka agar seni tradisi tetap dekat dengan masyarakat.

‎
‎Rano menyebut, Sarendo-rendo sebagai tradisi Betawi penutup tahun yang merefleksikan perjalanan Jakarta sekaligus memperkuat kebersamaan warga. Menurutnya, budaya harus hadir dan dirasakan langsung, bukan hanya disimpan sebagai simbol.
‎
‎"Bagi masyarakat Jakarta yang belum memiliki agenda hari ini, silakan datang ke Monas. Kami menghadirkan hiburan, seni, dan kebersamaan untuk dinikmati bersama," ujar Rano.
‎
‎Ia menilai, karnaval ini menjadi ruang strategis bagi sanggar-sanggar seni Betawi dan komunitas budaya lainnya untuk menunjukkan karya mereka di hadapan publik luas.
‎
‎"Di Jakarta, sanggar seni sangat banyak. Akan sangat disayangkan jika mereka rutin berlatih, tetapi tidak memiliki panggung. Hari ini, mereka bisa tampil bersama, mulai dari tanjidor, teater, hingga ondel-ondel," tuturnya.
‎
‎Selain merayakan budaya, Rano juga mengingatkan pentingnya empati sosial di tengah perayaan. Ia menyampaikan keprihatinan atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
‎
‎"Kami turut menyampaikan doa dan empati bagi saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah mengalami musibah," ucapnya.
‎
‎Karnaval Sarendo-rendo 2025 mengusung tema Tari Topeng Betawi yang sarat nilai kebijaksanaan dan keluwesan. Lebih dari 100 sanggar seni terlibat dengan hampir 2.000 pelaku seni, menjadikan Monas sebagai ruang hidup budaya yang terbuka dan inklusif.
‎
‎Rano berharap, kehadiran warga tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap seni Betawi, tetapi juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap ruang publik Jakarta.
‎
‎"Ini bukan hanya panggung bagi para seniman, tetapi juga ruang bagi warga Jakarta untuk berkumpul, berbagi kebahagiaan, dan merayakan kota yang kita cintai bersama," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww