Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
3 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
2 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
2 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Sepakbola
3 jam yang lalu
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Home  /  Berita  /  Non Olympic
SEA Games ke-33 Thailand 2025

Compound Beregu Putri Indonesia Akhiri Penantian 12 Tahun

Compound Beregu Putri Indonesia Akhiri Penantian 12 Tahun
Skuad Compound Beregu Putri Indonesia. (Foto: Instagram/@indonesia.archery)
Kamis, 18 Desember 2025 12:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution

BANGKOK – Timnas Panahan Indonesia kembali mencetak sejarah di SEA Games ke-33 Thailand 2025. Untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir, medali emas nomor compound beregu putri berhasil diraih Tim Indonesia.

Tampil di Hua Mak Stadium, Thailand, Rabu (17/12/2025), Timnas Compound  Beregu Putri Indonesia yang diperkuat Nurisa Dian Ashrifah, Ratih Zilizati Fadhly, dan Yurike Nina Bonita Pereira tampil luar biasa di partai final  menghadapi Singapura. Dalam laga yang berlangsung dramatis hingga anak panah terakhir, Tim Indonesia sukses menundukkan Singapura dengan skor tipis 228–227, sementara Medali perunggu diraih oleh tuan rumah Thailand.

Kemenangan ini terasa istimewa karena menjadi emas pertama compound putri Indonesia di SEA Games sejak terakhir kali diraih 12 tahun lalu. Tim compound beregu putri meraih medali emas di SEA Games Naypidaw 2013, tapi di SEA Games 2017 Tim Indonesia meraih perunggu dan terakhir di Filipia 2019 meraih perak.

“Masya Allah, penuh drama. Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk seluruh rakyat Indonesia. Doa-doanya sangat berarti bagi kami semua,” ujar Ratih yang menyebut banyak tekanan yang dirasakan tim sepanjang pertandingan final.

“Pressure-nya sangat tinggi karena compound putri kembali mencetak sejarah setelah vakum cukup lama. Di Asian Games kemarin kami hampir, hanya di peringkat empat. Dengan tim yang baru, adik-adik saya yang luar biasa, alhamdulillah sekarang kami bisa menjawab semuanya dengan emas. Kami ingin menunjukkan bahwa we are the best. Kami benar-benar atlet terbaik Indonesia dan hari ini kami menjawab semua keraguan itu,” tegas Ratih.

Sementara itu, Yurike Nina Bonita Pereira mengungkapkan bahwa ia sangat termotivasi untuk bisa meraih medali emas pertamanya di SEA Games, sedangkan janji bonus dianggap sebagai tsambahan. Bonita masuk dalam list pemain yang meraih medali perak di SEA Games Filipina 2019 lalu. ***

wwwwww