Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
3 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
3 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
2 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
3 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
6
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
3 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Home  /  Berita  /  Olympic

Jalan Terputus, Hasil Panen Bener Meriah Diterbangkan ke Luar Daerah

Jalan Terputus, Hasil Panen Bener Meriah Diterbangkan ke Luar Daerah
Warga Kabupaten Bener Meriah mengangkut hasil pertanian kedalaman pesawat Hercules di Bandara Rembele untuk diterbangkan lalu dijual ke luar daerah, Rabu (17/12/2025).
Kamis, 18 Desember 2025 08:06 WIB

JAKARTA – Terputusnya akses jalan darat akibat bencana tak menghentikan denyut ekonomi petani di Kabupaten Bener Meriah. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Badan Pangan Nasional memfasilitasi pengiriman hasil pertanian warga dengan jalur udara menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU.

Langkah ini diambil menyusul lumpuhnya jalur penghubung Bener Meriah dan Aceh Tengah menuju Kabupaten Bireuen serta Aceh Utara. Kondisi tersebut membuat distribusi hasil panen terhambat, sementara petani tengah memasuki masa panen raya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bener Meriah, Sanusi Purnawira Dade, mengatakan pengiriman via udara menjadi solusi sementara agar hasil pertanian tidak menumpuk dan merugikan petani.

“Pengiriman ini dilakukan karena akses jalan utama terputus. Pemerintah hadir agar hasil panen petani tetap bisa dipasarkan,” ujarnya saat mengoordinir pengiriman cabai di Bandara Rembele, Rabu (17/12/2025).

Pada pengiriman perdana, sebanyak 21 ton cabai diterbangkan ke Medan. Selanjutnya, komoditas tersebut akan didistribusikan ke sejumlah daerah seperti Batam, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jakarta, dan Jambi.

Dade menjelaskan, pengiriman hasil pertanian direncanakan berlangsung setiap hari dengan kapasitas minimal 20 ton. Program ini ditargetkan berjalan hingga Februari 2026 atau sampai akses jalan darat kembali pulih.

“Kegiatan ini sangat membantu petani, terutama saat mereka sedang panen cabai, kopi, dan tomat. Dengan pengiriman ini, hasil panen tetap terserap pasar,” katanya.

Ia menyebut fasilitas pengangkutan udara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan Kementerian Pertanian RI. Pemerintah daerah berharap langkah tersebut mampu meringankan beban petani yang terdampak bencana dan gangguan distribusi.

“Kami bersyukur atas dukungan pemerintah pusat. Semoga petani tetap bertahan dan roda ekonomi masyarakat tidak terhenti meski akses darat masih lumpuh,” pungkasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Olympic, Ekonomi, DKI Jakarta, Aceh
wwwwww