Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
3 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
3 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
3 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
3 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
3 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Olympic

“Tidak Ada Perubahan”, Laporan Langsung dari Aceh Berujung Haru

“Tidak Ada Perubahan”, Laporan Langsung dari Aceh Berujung Haru
Kamis, 18 Desember 2025 07:30 WIB

BANDA ACEH – Suasana haru menyelimuti siaran langsung CNN Indonesia dari Aceh saat bencana banjir dan longsor belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Reporter Irine Wardani tak kuasa menahan emosi ketika menyampaikan kondisi lapangan pada Rabu (17/12/2025), setelah lebih dari sepekan meliput di wilayah terdampak.

Dengan suara bergetar, Irine menyampaikan kekecewaan warga yang belum merasakan perubahan berarti. “Lebih dari seminggu saya dan rekan saya berada di Aceh, tidak ada perubahan,” ujarnya saat siaran berlangsung bersama juru kamera Urip Handoyo.

Ia menggambarkan keputusasaan warga yang memilih mengibarkan bendera putih sebagai simbol permohonan pertolongan. Menurut Irine, langkah Pemerintah Aceh yang menyurati UNDP dan UNICEF untuk meminta bantuan internasional mencerminkan keprihatinan atas kondisi kemanusiaan yang belum tertangani maksimal.

“Masih banyak anak-anak di sana yang tidak makan,” katanya sambil menunjuk ke arah lokasi pengungsian yang menjadi latar siaran langsung.

Tangis Irine pecah ketika ia menyebut laporan tersebut kemungkinan menjadi siaran langsung terakhirnya dari Aceh. Ia mengaku membawa titipan pesan warga agar kondisi sebenarnya disampaikan apa adanya kepada publik.

“Kami dititipkan pesan sebagai jurnalis agar memberitakan yang sebenarnya soal Aceh. Ini berat buat kami,” ucapnya.

Presenter CNN Indonesia, Hernof, yang memandu dari studio berupaya menenangkan Irine dan menyampaikan apresiasi atas kerja tim di lapangan. Ia juga menyatakan akan berdialog dengan pihak Istana pada segmen berikutnya untuk mempertanyakan alasan pemerintah belum membuka opsi bantuan asing serta menyoroti banyaknya wilayah terdampak yang hingga kini belum terakses.

Bencana banjir dan longsor di Aceh menjadi bagian dari rangkaian bencana besar di Sumatra yang menelan korban jiwa dan memaksa ribuan warga mengungsi. Hingga kini, sejumlah daerah masih menghadapi keterbatasan akses, logistik, dan layanan dasar.

Momen tangis jurnalis di tengah laporan bencana menjadi potret nyata beratnya krisis kemanusiaan yang terjadi. Di balik data dan angka korban, ada jeritan warga yang belum sepenuhnya terdengar—dan ada jurnalis yang ikut memikul beban kesaksian itu. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Olympic, Nasional, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat
wwwwww