Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
24 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
21 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
18 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
21 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
22 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Olympic

Resah Narkoba Tak Kunjung Ditindak, Emak-Emak di Sumut Bergerak Sendiri

Resah Narkoba Tak Kunjung Ditindak, Emak-Emak di Sumut Bergerak Sendiri
Ilustrasi narkoba.
Jum'at, 19 Desember 2025 19:41 WIB

JAKARTA – Rasa cemas dan marah ratusan ibu rumah tangga di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Sumatera Utara, akhirnya meledak. Kamis (17/12/2025), mereka membakar sejumlah rumah yang diduga milik bandar narkoba, sebagai luapan kekecewaan atas maraknya peredaran narkotika yang dinilai tak kunjung ditangani serius.

Aksi tersebut terjadi usai pengajian dan doa bersama warga. Tanpa aba-aba, massa yang didominasi kaum ibu bergerak menuju beberapa lokasi yang selama ini dicurigai menjadi tempat transaksi narkoba. Batu beterbangan, bangunan dirusak, hingga api membakar rumah-rumah yang dituding sebagai sarang peredaran barang haram.

Pelaksana tugas Kepala Desa Tabuyung, Iskandar Muda Tanjung, menyebut aksi itu sebagai reaksi spontan warga yang sudah lama memendam keresahan.

"Setelah pengajian dan doa bersama, ibu-ibu langsung bergerak ke rumah yang diduga bandar narkoba. Di lokasi, mereka melempari bangunan dengan batu hingga melakukan pembakaran," ujar Iskandar, Jumat (19/12/2025).

Menurutnya, pihak desa sebenarnya telah berulang kali berupaya menenangkan warga agar tidak bertindak sendiri. Namun peredaran narkoba yang terus berlangsung membuat kesabaran masyarakat habis.

"Keluhan warga sudah sering disampaikan. Mereka melihat sendiri anak-anak muda di desa ini rusak karena narkoba, tapi peredarannya seakan tidak pernah berhenti," katanya.

Aksi tersebut juga mencerminkan kekecewaan mendalam warga terhadap aparat penegak hukum. Masyarakat menilai laporan yang disampaikan selama ini tidak direspons maksimal, sehingga bandar narkoba tetap leluasa beroperasi.

Kasi Humas Polres Mandailing Natal, Ipda Fahrul Syahban Simanjuntak, membenarkan adanya aksi warga tersebut. Ia menyebut polisi baru tiba di lokasi setelah peristiwa perusakan dan pembakaran terjadi.

"Masyarakat melakukan penggerebekan di rumah-rumah yang dijadikan tempat peredaran narkoba. Personel Satresnarkoba turun ke lokasi setelah kejadian tersebut," ungkapnya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pemantauan situasi di Desa Tabuyung untuk mencegah aksi lanjutan. Peristiwa ini menjadi sinyal keras dari warga, terutama para ibu, yang merasa masa depan anak-anak mereka terancam oleh narkoba dan berharap penanganan yang lebih tegas segera dilakukan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Sumatera Utara
wwwwww