KWJK Sebut Pram Putus Rantai Kemiskinan Warga Jakarta Lewat Pemutihan Ijazah
![]() |
| Ketua Umum KWJK, Marlo Sitompul. (Ist) |
Senin, 22 Desember 2025 16:36 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan (KWJK) menilai program Pemutihan Ijazah yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai terobosan strategis dalam memutus rantai kemiskinan, khususnya bagi keluarga kurang mampu di ibu kota.
Ketua Umum KWJK, Marlo Sitompul mengatakan, program unggulan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung ini tidak sekadar menyelesaikan persoalan administratif, melainkan membuka kembali akses pendidikan dan kesempatan kerja bagi lulusan sekolah yang ijazahnya tertahan karena kendala biaya.
"Pemutihan ijazah bukan hanya membebaskan dokumen, tetapi membuka kesempatan masa depan yang lebih baik," kata Marlo, dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).
Marlo menjelaskan, sepanjang pelaksanaan program, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 12,08 miliar untuk membantu 3.297 peserta didik.
"KWJK sendiri mencatat telah mendampingi 52 peserta didik dari keluarga rentan di empat wilayah Jakarta hingga berhasil menerima ijazah tanpa biaya," bebernya.
Meski demikian, KWJK menyoroti masih adanya kendala administratif, khususnya bagi pelajar sekolah swasta berbasis keagamaan dan persoalan validasi data.
Untuk itu, Marlo mendorong penguatan sinergi antara Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Baznas Bazis, serta Kanwil Kementerian Agama agar program berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
"Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta dan seluruh pihak terkait, serta menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program Pemutihan Ijazah pada tahun 2026 agar akses pendidikan bagi warga miskin Jakarta semakin terbuka," tegasnya.
Tidak kalah penting, lanjut Marlo, Pemprov DKI Jakarta juga memastikan tidak ada putus sekolah, bahkan bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi melalui bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
"Pemprov DKI telah menyalurkan KJP) kepada 707.513 pelajar dan KJMU kepada 16.979 mahasiswa. Pramono bahkan telah menginstruksikan untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi penerima KJMU hingga jenjang S2 dan S3," pungkas Marlo. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













