Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Home  /  Berita  /  Badminton

KWJK Sebut Pram Putus Rantai Kemiskinan Warga Jakarta Lewat Pemutihan Ijazah

KWJK Sebut Pram Putus Rantai Kemiskinan Warga Jakarta Lewat Pemutihan Ijazah
Ketua Umum KWJK, Marlo Sitompul. (Ist)
Senin, 22 Desember 2025 16:36 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan (KWJK) menilai program Pemutihan Ijazah yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai terobosan strategis dalam memutus rantai kemiskinan, khususnya bagi keluarga kurang mampu di ibu kota.

‎Ketua Umum KWJK, Marlo Sitompul mengatakan, program unggulan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung ini tidak sekadar menyelesaikan persoalan administratif, melainkan membuka kembali akses pendidikan dan kesempatan kerja bagi lulusan sekolah yang ijazahnya tertahan karena kendala biaya.

‎
‎"Pemutihan ijazah bukan hanya membebaskan dokumen, tetapi membuka kesempatan masa depan yang lebih baik," kata Marlo, dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).
‎
‎Marlo menjelaskan, sepanjang pelaksanaan program, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 12,08 miliar untuk membantu 3.297 peserta didik.
‎
‎"KWJK sendiri mencatat telah mendampingi 52 peserta didik dari keluarga rentan di empat wilayah Jakarta hingga berhasil menerima ijazah tanpa biaya," bebernya.
‎
‎Meski demikian, KWJK menyoroti masih adanya kendala administratif, khususnya bagi pelajar sekolah swasta berbasis keagamaan dan persoalan validasi data. 
‎
‎Untuk itu, Marlo mendorong penguatan sinergi antara Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Baznas Bazis, serta Kanwil Kementerian Agama agar program berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
‎
‎"Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta dan seluruh pihak terkait, serta menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program Pemutihan Ijazah pada tahun 2026 agar akses pendidikan bagi warga miskin Jakarta semakin terbuka," tegasnya.
‎
‎Tidak kalah penting, lanjut Marlo, Pemprov DKI Jakarta juga memastikan tidak ada putus sekolah, bahkan bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi melalui bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
‎
‎"Pemprov DKI telah menyalurkan KJP) kepada 707.513 pelajar dan KJMU kepada 16.979 mahasiswa. Pramono bahkan telah menginstruksikan untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi penerima KJMU hingga jenjang S2 dan S3," pungkas Marlo. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww