Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
18 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
19 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
15 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
15 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
13 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

IKJ Siap Wujudkan Jakarta Menjadi Kota Sinema

IKJ Siap Wujudkan Jakarta Menjadi Kota Sinema
Rektor IKJ, Syamsul Maarif saat sambutan di Acara Focus Group Discussionbertema Peran Strategis IKJ Mewujudkan Jakarta Kota Sinema.
Selasa, 23 Desember 2025 12:49 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA - Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota sinema melalui Focus Group Discussion (FGD) dan penyerahan Apresiasi Penghargaan Film 2025 yang melibatkan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri perfilman nasional.

Rektor IKJ, Syamsul Maarif menyatakan, sebagai perguruan tinggi seni, IKJ memiliki tanggung jawab akademik dan sosial untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan budaya dan penguatan ekosistem perfilman Jakarta. 

‎
‎Menurutnya, Jakarta harus berkembang tidak hanya sebagai lokasi produksi film, tetapi juga sebagai ruang ide, kreativitas, dan kolaborasi lintas disiplin seni. 
‎
‎"IKJ memiliki peran strategis dalam menyiapkan seniman dan insan perfilman yang akan mengisi ekosistem kota sinema," ujar Syamsul di Hotel Ibis, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).
‎
‎Syamsul menekankan, terwujudnya Jakarta sebagai kota sinema membutuhkan kerja kolaboratif dan jejaring yang berkelanjutan. 
‎
‎Ia menilai, seni bersifat horizontal dan saling terhubung, sehingga seluruh cabang seni memiliki peran dalam penguatan identitas Jakarta sebagai kota sinema yang inklusif dan berkelanjutan.
‎
‎Sekretaris Pembina Yayasan Seni Budaya Jakarta, Arie Budhiman menegaskan, IKJ merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem industri kreatif Jakarta yang harus dibangun secara terintegrasi dari hulu ke hilir. 
‎
‎Ia menyebut, penguatan kota sinema memerlukan komitmen, kolaborasi, konsistensi, kompetensi, dan dampak yang terukur. 
‎
‎"Tanpa konsistensi, mimpi Jakarta sebagai kota sinema akan sulit terwujud," kata Arie.
‎
‎Sekretaris Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Retno Setiowati menilai, Jakarta memiliki potensi besar menjadi kota sinema berkelas dunia karena keberagaman budaya, narasi urban, komunitas kreatif yang dinamis, serta infrastruktur pendukung. 
‎
‎Menurutnya, upaya tersebut memerlukan perencanaan strategis dan kolaborasi lintas sektor. 
‎
‎"Peran IKJ sangat penting sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia dan laboratorium produksi karya film," beber Retno.
‎
‎Retno menambahkan, forum diskusi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diintegrasikan dalam kebijakan dan program pengembangan perfilman Jakarta, sehingga memperkuat posisi Jakarta di tingkat nasional maupun global.
‎
‎Dalam rangkaian kegiatan tersebut, IKJ juga menyerahkan Apresiasi Penghargaan Film 2025 kepada para sineas dan pekerja film nasional, antara lain M. Kanz Daffa (Will Today Be A Happy Day), Zancko Zebedillah Zayyaan bersama tim Kolase Films (Rahasia Umum), Suryana Paramita, Yandy Laurens, Hanung Bramantyo, Ismail Fahmi Lubis dan Azhar Kinoi Lubis, Amar Haikal, Batara Goempar, Dimas Bagus Triatma, Ical Tanjung, Muhammad Firdaus, Roy Lolang, Eros Eflin, Frans Paat, Aline Jusria, Dinda Amanda, Wawan I Wibowo, Indrasetno Vyatrantra, Ichsan Rachmaditta, Wahyu Tri Purnomo, serta Mira Lesmana.
‎
‎IKJ menegaskan, pemberian penghargaan dan forum strategis tersebut menjadi bagian dari penguatan jejaring dan ekosistem perfilman Jakarta. Melalui kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri kreatif, IKJ optimistis Jakarta dapat tumbuh sebagai kota sinema yang berdaya saing global dan berakar kuat pada budaya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:PON, DKI Jakarta
wwwwww