Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
9 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
10 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
12 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
13 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
10 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Beladiri

Proyek Bekasi Diduga Diperoleh Lewat Tekanan, KPK Buka Tabir Peran Kontraktor Sarjan

Proyek Bekasi Diduga Diperoleh Lewat Tekanan, KPK Buka Tabir Peran Kontraktor Sarjan
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (tengah) bersama ayahnya HM Kunang (kanan) dan pihak swasta Sarjan (kiri) dihadirkan saat konferensi pers penahanan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT), di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (20/12/2025).
Kamis, 25 Desember 2025 11:00 WIB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi membuka kemungkinan adanya praktik tekanan dan ancaman dalam perolehan proyek di Kabupaten Bekasi. Penyidik mendalami dugaan kontraktor Sarjan yang disebut “menjual” nama orang-orang berpengaruh untuk melancarkan proyek, sebelum akhirnya terjerat kasus dugaan suap.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, menyebut pola tersebut masih menjadi fokus pendalaman penyidik.

“Apakah benar ada dugaan modus ancaman dengan mencatut nama pihak tertentu, sehingga bisa masuk ke unsur pemerasan atau unsur pidana lainnya, itu masih terus kami dalami,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/12/2025).

Meski begitu, Budi menegaskan KPK saat ini tetap memprioritaskan pembuktian pokok perkara, yakni dugaan suap proyek yang melibatkan Sarjan dengan Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang serta ayahnya, HM Kunang.

Kasus ini terungkap setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan di Kabupaten Bekasi, Kamis (18/12/2025). Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan sepuluh orang yang diduga terkait praktik suap proyek pemerintah daerah.

Sehari kemudian, Jumat (19/12/2025), tujuh orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa secara intensif. Dua di antaranya adalah Ade Kuswara Kunang dan HM Kunang. KPK juga menyita uang ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan pengurusan proyek.

Pada Sabtu (20/12/2025), KPK resmi menetapkan tiga tersangka. Ade Kuswara Kunang dan HM Kunang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap, sedangkan Sarjan sebagai tersangka pemberi suap. HM Kunang diketahui juga menjabat Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan.

Penyidik KPK menyatakan perkara ini masih berpeluang berkembang, termasuk menelusuri lebih jauh dugaan penggunaan pengaruh dan pencatutan nama tokoh tertentu dalam praktik perolehan proyek di Kabupaten Bekasi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww