Proyek Bekasi Diduga Diperoleh Lewat Tekanan, KPK Buka Tabir Peran Kontraktor Sarjan
![]() |
| Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (tengah) bersama ayahnya HM Kunang (kanan) dan pihak swasta Sarjan (kiri) dihadirkan saat konferensi pers penahanan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT), di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (20/12/2025). |
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi membuka kemungkinan adanya praktik tekanan dan ancaman dalam perolehan proyek di Kabupaten Bekasi. Penyidik mendalami dugaan kontraktor Sarjan yang disebut “menjual” nama orang-orang berpengaruh untuk melancarkan proyek, sebelum akhirnya terjerat kasus dugaan suap.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, menyebut pola tersebut masih menjadi fokus pendalaman penyidik.
“Apakah benar ada dugaan modus ancaman dengan mencatut nama pihak tertentu, sehingga bisa masuk ke unsur pemerasan atau unsur pidana lainnya, itu masih terus kami dalami,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/12/2025).
Meski begitu, Budi menegaskan KPK saat ini tetap memprioritaskan pembuktian pokok perkara, yakni dugaan suap proyek yang melibatkan Sarjan dengan Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang serta ayahnya, HM Kunang.
Kasus ini terungkap setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan di Kabupaten Bekasi, Kamis (18/12/2025). Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan sepuluh orang yang diduga terkait praktik suap proyek pemerintah daerah.
Sehari kemudian, Jumat (19/12/2025), tujuh orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa secara intensif. Dua di antaranya adalah Ade Kuswara Kunang dan HM Kunang. KPK juga menyita uang ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan pengurusan proyek.
Pada Sabtu (20/12/2025), KPK resmi menetapkan tiga tersangka. Ade Kuswara Kunang dan HM Kunang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap, sedangkan Sarjan sebagai tersangka pemberi suap. HM Kunang diketahui juga menjabat Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan.
Penyidik KPK menyatakan perkara ini masih berpeluang berkembang, termasuk menelusuri lebih jauh dugaan penggunaan pengaruh dan pencatutan nama tokoh tertentu dalam praktik perolehan proyek di Kabupaten Bekasi. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Beladiri, DKI Jakarta |













