Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
14 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Pelecehan Seksual di Bus TransJakarta Disorot, Korban Diminta Tempuh Jalur Hukum

Pelecehan Seksual di Bus TransJakarta Disorot, Korban Diminta Tempuh Jalur Hukum
Tangkapan layar video terduga pelaku pelecehan di Transjakarta.
Jum'at, 02 Januari 2026 11:07 WIB

JAKARTA – Kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami seorang penumpang perempuan di bus TransJakarta kembali membuka persoalan keamanan di transportasi publik. Korban didorong untuk melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian agar pelaku dapat diproses secara hukum dan mencegah kejadian serupa terulang.

Analis Kebijakan Transportasi sekaligus anggota Koalisi Warga untuk Transportasi Publik (KAWAT) Jakarta, Azas Tigor Nainggolan, menegaskan pentingnya pendampingan menyeluruh bagi korban, termasuk dari PT Transportasi Jakarta, guna memulihkan trauma psikologis akibat peristiwa tersebut.

“Penanganan kasusnya harus terbuka agar menjadi edukasi publik dan memberikan efek jera bagi calon pelaku lainnya,” kata Tigor kepada RMOL, Jumat (2/1/2025).

Menurutnya, minat masyarakat menggunakan transportasi publik, khususnya TransJakarta, saat ini sedang tinggi. Kondisi tersebut membuat bus kerap penuh sesak, terutama pada jam sibuk.

“Situasi padat seperti ini sangat rawan terjadinya tindak pidana, termasuk pelecehan seksual dan pencurian,” ujarnya.

Ia menilai, operator perlu menyusun strategi pengembangan layanan yang mampu menjamin keamanan penumpang meski dalam kondisi padat. Perlindungan penumpang, kata Tigor, harus menjadi prioritas seiring meningkatnya jumlah pengguna transportasi publik.

Kasus ini mencuat setelah korban membagikan pengalamannya melalui akun Instagram @anstsyzhr_. Dalam unggahannya, korban mengaku mengalami tindakan tidak senonoh saat menggunakan bus TransJakarta rute Balai Kota–Pantai Maju, berangkat dari Halte Monas. 

Korban menceritakan dirinya tertidur di kursi bus dan duduk bersebelahan dengan seorang pria yang tidak dikenalnya. Saat bus memasuki kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), korban terbangun setelah merasakan bagian pahanya disentuh dan dielus oleh pria tersebut.

“Selama perjalanan saya tidur, dan tepat masuk PIK posisi saya masih tidur, dan dia megang bagian paha (mengelus-elus), saya refleks bangun dan nge-freeze seketika,” tulis korban dalam unggahannya, dikutip Kamis (1/1/2025).

Korban mengaku terkejut dan tidak mampu langsung bereaksi. Terduga pelaku disebut menarik tangannya dengan panik. Momen tersebut sempat direkam oleh korban sebagai dokumentasi.

Menurut pengakuan korban, pria tersebut awalnya mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Namun, setelah diketahui penumpang lain dan petugas TransJakarta, terduga pelaku justru membantah dan berdalih tertidur.

“Awalnya dia mengaku megang dan minta maaf, tapi setelah orang-orang di busway dan petugas TJ tahu, dia mengelak dan bilang ketiduran,” tulis korban.

Meski dalam kondisi syok dan gemetar, korban tetap melaporkan kejadian tersebut kepada petugas TransJakarta. Namun saat identitasnya hendak didokumentasikan, terduga pelaku disebut bersikap tidak kooperatif dan berusaha segera meninggalkan bus.

Korban berharap kejadian yang dialaminya menjadi perhatian serius pengelola transportasi publik. Ia mendorong TransJakarta memperketat pengawasan dan penanganan agar penumpang, khususnya perempuan, merasa aman.

“Mohon untuk diperketat dan ditindaklanjuti kejadian tidak pantas ini, karena mungkin bukan cuma saya. Bisa jadi masih banyak korban lain yang tidak berani speak up,” tulisnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Olympic, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww