Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Automotif

Dinkes DKI Perkuat Sistem Deteksi Dini untuk Cegah Super Flu

Dinkes DKI Perkuat Sistem Deteksi Dini untuk Cegah Super Flu
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati. (Ist)
Senin, 05 Januari 2026 12:06 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan belum ada temuan kasus Super Flu di Ibu Kota. Meski demikian, langkah pencegahan tetap diperkuat untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit tersebut.

‎"Saat ini masih belum ditemukan kasus Super Flu di Provinsi DKI Jakarta," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, Senin (5/1/2026).

‎
‎Ani menjelaskan, Dinkes telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan mengenali gejala sejak dini serta memperkuat upaya promotif dan preventif pada kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia.
‎
‎"Hingga saat ini, Pemprov DKI aktif berperan menjalankan fungsi sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di 5 Puskesmas di tiap kota dan 1 RS untuk mendeteksi lebih awal indikasi penyebaran kasus ISPA di DKI Jakarta," kata dia.
‎
‎Ani menambahkan, Super Flu merupakan ISPA yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K dengan tingkat penularan relatif cepat. Namun demikian, tingkat keparahan penyakit dinilai masih terkendali.
‎
‎"Meski demikian, data epidemiologi terkini yang dirilis WHO tidak mengindikasikan terdapat peningkatan keparahan penyakit," pungkasnya.
‎
‎Sebagai informasi, hingga 1 Januari 2026, kasus Super Flu tercatat telah muncul di delapan provinsi, yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. ***

Editor:Senopati Ukoro
Sumber:Sindonews.com
Kategori:Badminton, Automotif, DKI Jakarta
wwwwww