Dinkes DKI Perkuat Sistem Deteksi Dini untuk Cegah Super Flu
![]() |
| Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati. (Ist) |
Senin, 05 Januari 2026 12:06 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan belum ada temuan kasus Super Flu di Ibu Kota. Meski demikian, langkah pencegahan tetap diperkuat untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit tersebut.
"Saat ini masih belum ditemukan kasus Super Flu di Provinsi DKI Jakarta," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, Senin (5/1/2026).
Ani menjelaskan, Dinkes telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan mengenali gejala sejak dini serta memperkuat upaya promotif dan preventif pada kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia.
"Hingga saat ini, Pemprov DKI aktif berperan menjalankan fungsi sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di 5 Puskesmas di tiap kota dan 1 RS untuk mendeteksi lebih awal indikasi penyebaran kasus ISPA di DKI Jakarta," kata dia.
Ani menambahkan, Super Flu merupakan ISPA yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K dengan tingkat penularan relatif cepat. Namun demikian, tingkat keparahan penyakit dinilai masih terkendali.
"Meski demikian, data epidemiologi terkini yang dirilis WHO tidak mengindikasikan terdapat peningkatan keparahan penyakit," pungkasnya.
Sebagai informasi, hingga 1 Januari 2026, kasus Super Flu tercatat telah muncul di delapan provinsi, yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Sumber | : | Sindonews.com |
| Kategori | : | Badminton, Automotif, DKI Jakarta |













