Pram Resmikan Groundbreaking Gedung Layanan PAM JAYA
![]() |
| Peresmian groundbreaking pembangunan gedung sentra pelayanan PAM JAYA. |
Kamis, 08 Januari 2026 10:29 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Proyek ini disebut sebagai bagian dari penguatan layanan air bersih sekaligus persiapan menuju target cakupan air minum 100 persen di Jakarta pada 2029.
Pram mengapresiasi, kinerja PAM JAYA yang hingga akhir 2025 telah mencapai cakupan layanan lebih dari 80 persen.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan kesiapan Jakarta sebagai kota global dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.
"Ini bukan pekerjaan mudah, tapi progresnya nyata dan terukur," kata Pram dalam sambutannya.
Pram menegaskan, rencananya mendorong PAM JAYA melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO) dengan batas maksimal 30 persen.
Ia menilai, IPO diperlukan untuk memperkuat tata kelola dan transparansi perusahaan, tanpa mengurangi kendali pemerintah daerah.
"Air adalah kebutuhan publik, kontrol mayoritas harus tetap di tangan daerah," ujarnya.
Pram menilai, pengalaman panjang pengelolaan air oleh swasta di Jakarta tidak memberikan hasil optimal. Karena itu, ia optimistis BUMD seperti PAM JAYA justru bisa tampil lebih profesional dan sehat jika diawasi publik.
"Kalau sudah go public, yang mengontrol bukan hanya Balai Kota, tapi masyarakat," pungkasnya.
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin melaporkan, pembangunan gedung sentra layanan ini telah direncanakan sejak 2022 dan akhirnya terealisasi setelah proses administrasi relokasi rampung.
Ia menyebut, perubahan status PAM JAYA dari Perumda menjadi Perseroda pada akhir 2025 menjadi fondasi penting bagi percepatan kinerja perusahaan.
Arief mengungkapkan, hingga akhir 2025 cakupan layanan PAM JAYA telah mencapai 80,5 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 90 persen pada 2026.
"Area tersisa relatif kecil dan sedang kami kejar melalui integrasi sistem layanan," bebernya.
Gedung baru setinggi 12 lantai tersebut akan dilengkapi pusat komando layanan, ruang kerja kolaboratif, serta pusat edukasi air yang diklaim pertama di Indonesia.
Arief menyebut, gedung ini dirancang menyesuaikan kebutuhan generasi muda, seiring komposisi pegawai gen Z yang kini mencapai 30-40 persen dari total 1.860 karyawan.
Selain sebagai kantor pusat, gedung ini juga akan menjadi pusat edukasi pengelolaan air permukaan, mengingat PAM JAYA mengolah air baku dari sungai, bukan mengeksplorasi air tanah.
"Museum dan pusat edukasi air ini penting agar publik paham proses dan nilai air," beber Arief.
Pembangunan gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA ditargetkan rampung pada 2027. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap fasilitas ini menjadi pusat rujukan manajemen air perkotaan sekaligus memperkuat layanan air bersih bagi warga Jakarta. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, Korporasi, DKI Jakarta |













