Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
15 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
20 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Voli

Hujan Deras Lumpuhkan Jakarta, Kinerja Pejabat Pengendali Banjir Dipertanyakan

Hujan Deras Lumpuhkan Jakarta, Kinerja Pejabat Pengendali Banjir Dipertanyakan
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum. (Foto: Istimewa)
Senin, 12 Januari 2026 16:55 WIB

JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Senin dini hari (12/1/2026) kembali memicu banjir di sejumlah ruas jalan utama. Genangan air yang meluas tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menyebabkan kemacetan panjang di berbagai titik ibu kota.

Kondisi tersebut memunculkan sorotan tajam terhadap Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, yang dinilai belum mampu menunjukkan kinerja optimal dalam pengendalian banjir.

Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta, Endriansah, menilai penanganan banjir yang terjadi kali ini mencerminkan kegagalan tata kelola sumber daya air di Jakarta.

“Kepala Dinas SDA gagal menanggulangi banjir di Jakarta. Dampaknya nyata, banjir meluas dan kemacetan panjang terjadi di mana-mana,” ujar Endriansah kepada redaksi.

Ia menegaskan, pejabat teknis tidak cukup hanya menyampaikan rencana dan penjelasan di atas kertas. Menurutnya, masyarakat membutuhkan hasil konkret, sementara selama hampir tiga tahun kepemimpinan saat ini, titik-titik banjir justru disebut bertambah.

“Tidak boleh hanya bicara. Faktanya, hampir tiga tahun menjabat, banjir masih jadi persoalan berulang. Banyak PNS dengan latar belakang teknis yang lebih berpengalaman dan layak menangani masalah banjir Jakarta,” katanya.

Endriansah juga mengingatkan bahwa banjir yang terjadi kali ini baru dipicu oleh curah hujan. Padahal, Jakarta masih dihadapkan pada ancaman yang lebih serius, seperti penurunan muka tanah dan tekanan air laut di wilayah pesisir utara.

“Kalau hujan saja Jakarta sudah tenggelam, bagaimana nanti menghadapi penurunan tanah dan rob dari laut? Ini alarm keras kegagalan pengelolaan sumber daya air,” tegasnya.

Selain aspek teknis, FPPJ turut menyoroti besarnya anggaran pengendalian banjir yang setiap tahun mencapai triliunan rupiah. Namun, menurut Endriansah, dana besar tersebut belum berbanding lurus dengan dampak perlindungan bagi warga.

“Anggaran besar habis, tapi rakyat tetap kebanjiran. Yang rapi hanya laporan, yang tenggelam masyarakat,” pungkasnya.

Banjir kali ini kembali membuka ruang kritik publik terhadap arah kebijakan dan efektivitas pengelolaan sumber daya air di Jakarta, di tengah tantangan lingkungan yang kian kompleks. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Voli, Metropolitan, Lingkungan, DKI Jakarta
wwwwww