Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
6 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Aceh Berduka, 13 Desa Terhapus dari Peta Akibat Bencana Dahsyat

Aceh Berduka, 13 Desa Terhapus dari Peta Akibat Bencana Dahsyat
Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh pada 26 November 2025.
Kamis, 12 Februari 2026 08:18 WIB

BANDA ACEH – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Aceh pada Rabu (26/11/2025) meninggalkan luka permanen bagi warga. Bukan sekadar merusak, bencana ini benar-benar menghapus keberadaan 13 desa dari peta pemukiman.

Kenyataan pahit ini terungkap dalam rapat koordinasi pimpinan MPR di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (10/2/2026). Data menunjukkan betapa masifnya dampak bencana di delapan daerah yang hingga kini masih berjuang untuk pulih. Tercatat 562 orang meninggal dunia, 29 jiwa hilang, dan 69.222 jiwa masih bertahan di pengungsian dalam kondisi penuh ketidakpastian.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah mengungkapkan bahwa hancurnya infrastruktur publik memperparah keadaan. Sebanyak 1.204 sekolah, 738 dayah, serta 146 rumah sakit dan puskesmas terdampak parah, memutus akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat.

"Untuk rumah rusak berat dan hilang mencapai lebih kurang 95 ribu unit. Rusak sedang sekitar 88 ribu unit, dan rusak ringan 77 ribu unit," ujar pria yang akrab disapa Dek Fadh ini.

Kondisi ekonomi rakyat juga berada di titik nadir. Sektor pertanian dan peternakan lumpuh setelah 56 ribu hektare sawah hancur dan 77 ribu ekor ternak terdampak. Ironisnya, di tengah skala kerusakan yang begitu besar, penyediaan Hunian Sementara (Huntara) bagi pengungsi masih berjalan sangat lambat.

Dari kebutuhan 15 ribu unit huntara, baru 4.400 unit yang rampung terbangun. Masih ada ribuan kepala keluarga yang menunggu kepastian tempat tinggal layak setelah rumah mereka rata dengan tanah.

"Pengungsi berkurang karena sebagian memilih dana tunggu hunian dan sebagian sudah menempati hunian sementara, meski belum semuanya selesai dibangun," urainya.

Meskipun jumlah warga terdampak sempat mencapai 2,5 juta jiwa di awal bencana, lambannya pembangunan hunian dan pemulihan akses jalan di 2.507 titik menjadi tantangan besar yang belum terselesaikan hingga saat ini.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Olympic, Aceh
wwwwww