Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
17 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
16 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Olympic

Pesawat Pelita Air Jatuh Terbakar di Pegunungan Pabetung Remayo

Pesawat Pelita Air Jatuh Terbakar di Pegunungan Pabetung Remayo
Ilustrasi (net)
Jum'at, 20 Februari 2026 07:28 WIB

NUNUKAN - Pesawat jenis Air Tractor AT-802 yang dioperasikan Pelita Air Service mengalami kecelakaan di wilayah pegunungan Pabetung Remayo, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, Kamis (19/2/2026). Armada yang sedang mengangkut muatan bahan bakar minyak menuju Tarakan tersebut ditemukan dalam kondisi rusak parah dan terbakar.

Prajurit Tentara Nasional Indonesia dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia bersama personel Kodim Nunukan langsung turun melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Dalam insiden nahas ini, satu-satunya awak yang mengemudikan penerbangan tersebut dinyatakan gugur.

"Informasi terakhir yang kami peroleh pukul 15.16 WITA, pilot atas nama Captain Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa.

Sebelum menjalankan tugasnya, armada udara tersebut dipastikan sudah melewati tahap pemeriksaan rutin untuk menjamin kelaikan terbang. Total jam terbang armada ini tercatat mencapai 3.303 jam, dengan pembaruan data terakhir dilakukan Rabu (11/2/2026).

"Proses investigasi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku oleh instansi berwenang," jelasnya.

Saat ini, personel gabungan masih menyisir medan pegunungan yang menantang guna melacak keberadaan black box beserta material serpihan lainnya. Bukti-bukti krusial tersebut akan menjadi kunci utama bagi tim penyidik dalam menyingkap penyebab pasti jatuhnya pesawat logistik ini.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww