Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
13 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
17 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Badminton

Warisan Pahit Pembangunan Jakarta dan Satu Tahun Pram-Doel

Warisan Pahit Pembangunan Jakarta dan Satu Tahun Pram-Doel
Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD), Victor Irianto Napitupulu
Jum'at, 20 Februari 2026 07:20 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- 20 Februari 2026, tepat satu tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (Pram) dan Wakil Gubernur, Rano Karno (Doel) dengan tantangan besar warisan pahit pembangunan yang masih menjadi momok untuk segera diselesaikan.

Mulai dari banjir, kemacetan, proyek mangkrak tiang monorel, optimalisasi Jakarta International Stadium (JIS), hingga polemik RDF Rorotan, seluruhnya membutuhkan langkah konkret dan terukur. Satu tahun kepemimpinan Pram-Doel menjadi milestone penting.

 
Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD), Victor Irianto Napitupulu menilai, satu tahun pemerintahan Pram-Doel menjadi momentum penting untuk menunjukkan keberanian dalam menyelesaikan persoalan struktural yang telah menahun.
 
"Jakarta ini tidak kekurangan program, tetapi sering kali lemah dalam konsistensi eksekusi dan pengawasan. Warisan persoalan seperti banjir dan macet bukan hal baru, namun publik menunggu terobosan nyata, bukan sekadar kelanjutan rutinitas," kata Victor, Jumat (20/2/2026).
 
Menurutnya, persoalan banjir masih menjadi indikator utama keberhasilan tata kelola kota. Meski berbagai program normalisasi sungai, pembangunan waduk, dan pengerukan saluran telah dilakukan, banjir tetap terjadi di sejumlah titik setiap musim hujan. 
 
Victor menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk pengendalian tata ruang dan penegakan hukum terhadap pelanggaran di bantaran sungai.
 
"Selama penataan ruang tidak tegas dan koordinasi lintas wilayah lemah, banjir akan terus berulang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus memastikan kebijakan tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan," tegasnya.
 
Selain banjir, kemacetan juga dinilai masih menjadi persoalan akut. Pertumbuhan kendaraan pribadi yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan serta belum optimalnya integrasi transportasi publik memperparah kondisi lalu lintas. 
 
"Kebijakan transportasi harus berorientasi pada perubahan perilaku masyarakat," ujarnya.
 
Victor menjelaskan, transportasi massal harus benar-benar nyaman, terjangkau, dan terintegrasi. Jika tidak, masyarakat akan tetap memilih kendaraan pribadi. Untuk itu, diperlukan konsistensi kebijakan, termasuk pembatasan kendaraan dan pengembangan jaringan angkutan umum. 
 
"Saya mengapresiasi satu tahun Pram-Doel karena semakin diperbanyak rute baru Transjakarta yang mengoneksikan Jakarta dengan daerah peyangga. Ini perlu terus ditambah agar kendaraan pribadi yang masuk Jakarta semakin berkurang," bebernya.
 
Victor juga menyoroti keberadaan tiang-tiang monorel mangkrak yang akhirnya berhasil dieksekusi Pram untuk dibongkar karena merusak estetika kota hingga rawan memicu kelelakaan.
 
"Tiang monorel itu bukan sekadar beton yang terbengkalai, tetapi simbol kegagalan pembangunan di Jakarta. Pram berani mengambil keputusan penting melakukan pembongkaran," ucapnya.
 
Terkait Jakarta International Stadium (JIS), Victor menilai fasilitas tersebut memiliki potensi besar sebagai pusat kegiatan olahraga dan hiburan berskala internasional. Namun, ia mengingatkan pentingnya optimalisasi aksesibilitas dan manajemen pengelolaan agar stadion tidak menjadi proyek mercusuar semata.
 
"JIS harus memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi warga sekitar. Akses transportasi, konektivitas, serta tata kelola acara harus dibenahi agar pemanfaatannya maksimal dan berkelanjutan. Kita tunggu realisasi konektivitas Ancol dan JIS untuk mengatasi persoalan selama ini terjadi," imbuhnya.
 
Sementara itu, pembangunan RDF Plant Rorotan juga menjadi perhatian LP2AD. Victor menyebut, pengolahan sampah berbasis teknologi merupakan langkah maju, tetapi harus dijalankan secara transparan dan memperhatikan dampak lingkungan serta sosial.
 
"Pengelolaan sampah adalah kebutuhan mendesak Jakarta. Namun, proyek yang dibangun sebelum Pram-Doel menjabat ini harus diawasi ketat agar tidak menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi pencemaran maupun keberatan warga. Transparansi dan partisipasi publik menjadi kunci," ungkap Victor.
 
Secara keseluruhan, Victor menilai satu tahun kepemimpinan Pram-Doel sudah ada langkah-langkah kongkret menyelesaikan persoalan Jakarta. 
 
Ia mendorong agar Pram-Doel dapat mengoptimalkan seluruh jajaran dan memperkuat pengawasan internal, meningkatkan akuntabilitas anggaran, serta memastikan setiap kebijakan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
 
Victor menginginkan agar Pram punya kebijakan stick and carrot yang dapat diimplementasikan dengan baik. Sehingga, seluruh jajaran dapat termotivasi berkinerja maksimal membantu menyelesaikan persoalan Jakarta.
 
"Jakarta membutuhkan kepemimpinan yang tegas, transparan, dan berani menuntaskan warisan persoalan masa lalu. Jika tidak, masalah yang sama akan terus berulang dan menjadi beban bagi generasi berikutnya," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww