Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
11 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
15 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Basket

1.230 Warga Sipil Tewas dalam Ketegangan Geopolitik Iran dan Israel

1.230 Warga Sipil Tewas dalam Ketegangan Geopolitik Iran dan Israel
Serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. (Foto: Antara/Anadolu/py)
Sabtu, 07 Maret 2026 04:31 WIB
JAKARTA – Gelombang serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu krisis kemanusiaan yang memprihatinkan. Berdasarkan data terbaru, konflik bersenjata ini telah merenggut nyawa 1.230 orang, di mana sepertiganya merupakan kelompok rentan yakni anak-anak.

Kehancuran infrastruktur sipil menjadi pemandangan sehari-hari di berbagai wilayah konflik. Ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal akibat gempuran yang menyasar area permukiman padat penduduk.

"Sayangnya, hingga saat ini, hampir 30 persen dari korban tewas adalah anak-anak," ungkap Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, Jumat (6/3/2026).

Kerugian material yang diderita masyarakat sangat masif. Tercatat sebanyak 3.090 bangunan tempat tinggal rata dengan tanah atau rusak parah. Roda ekonomi lokal juga lumpuh setelah 528 toko hancur lebur dalam rentetan serangan tersebut.

Lebih memprihatinkan lagi, akses warga terhadap layanan kesehatan darurat ikut terputus. Sebanyak 13 fasilitas medis porak-poranda, sembilan di antaranya adalah klinik dan titik operasional milik organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran.

Berdasarkan laporan Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, Kamis (5/3/2026), angka kematian warga sipil sangat tinggi dan penanganan medis terhambat oleh hancurnya infrastruktur kesehatan.

Eskalasi berdarah ini bermula ketika Amerika Serikat dan Israel membombardir sejumlah target strategis, termasuk ibu kota Teheran, Jumat (28/2/2026). Tindakan militer tersebut memicu aksi balasan berskala besar. Pasukan Iran merespons dengan menembakkan proyektil ke wilayah Israel dan beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Basket
wwwwww