Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
12 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
24 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
16 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
13 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Apresiasi Program MBG, BEM Nusantara: Kritik Harus Komprehensif

Apresiasi Program MBG, BEM Nusantara: Kritik Harus Komprehensif
Diskusi Jakarta Journalist Center, dengan tema "Outlook Ekonomi 2026: MBG Investasi Bangsa". (Ist)
Sabtu, 07 Maret 2026 04:21 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
JAKARTA - Presiden BEM Nusantara DKI Jakarta, Imran Ghifari, mengapresiasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, salah satunya di wilayah Banten. Menurutnya, kritik terhadap program ini sering kali tidak melihat persoalan secara menyeluruh dan hanya fokus pada satu sisi saja.

"Kita tidak boleh hanya melihat apa yang terjadi di Jakarta saja. Sebagai mahasiswa, kita seharusnya mengomentari sebuah kebijakan dengan melihat kondisi secara lebih luas dan komprehensif," kata Imran, dalam diskusi yang digelar Jakarta Journalist Center, dengan tema "Outlook Ekonomi 2026: MBG Investasi Bangsa," Jumat, 6 Maret 2026.

Imran mengaku melihat secara langsung dampak program MBG di masyarakat. Menurutnya, para petani dan nelayan di Banten mengapresiasi program ini karena telah membantu mereka menyalurkan hasil produksi.

Ditegaskannya, kritik bukan berarti menolak program MBG. Kritik merupakan bagian dari proses akademik untuk mengkritisi kebijakan agar lebih baik.

"Kritik yang disampaikan bukan untuk melemahkan, tetapi untuk memastikan tata kelola, transparansi, dan keberlanjutan program berjalan sesuai tujuan," kata dia.

Program MBG, kata Imran, masih memunculkan berbagai perdebatan dan banyak mendapat komentar dari publik. Salah satu persoalan yang muncul adanya perbedaan pandangan antara investor dan pemerintah.

Imran berharap program ini dapat terus berlanjut meskipun terjadi pergantian kepemimpinan nasional setiap lima tahun.

"Program ini diharapkan tetap menjadi kebijakan berkelanjutan yang memberi manfaat bagi masyarakat," tandasnya.

Diskusi yang digelar JJC ini juga dihadiri oleh Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, dan Ketua DPP KNPI Muhammad Natsir. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Nasional, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww