DLH DKI Aktifkan Operasi Tanggap Darurat Usai Longsor TPST Bantar Gebang
![]() |
| Tim SAR saat mengevakuasi korban TPST Bantar Gebang. (Ist). |
Senin, 09 Maret 2026 07:54 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengaktifkan Operasi Tanggap Darurat setelah terjadi longsor di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Minggu (8/3/2026).
Operasi tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan petugas, mengevakuasi korban, serta menstabilkan area terdampak agar pelayanan pengelolaan sampah dapat segera dipulihkan.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan tim dan berkoordinasi dengan berbagai instansi begitu laporan kejadian diterima. Operasi penanganan melibatkan tim gabungan dari Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantar Gebang, serta Koramil 05/Bantar Gebang.
"Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran," ujar Asep dalam keterangan tertulis.
DLH DKI juga menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan pendataan sementara, diduga sekitar 10 orang tertimbun material longsor yang terdiri dari warga dan pengemudi truk sampah.
Hingga pukul 21.00 WIB, tim gabungan telah mengevakuasi empat korban dalam kondisi meninggal dunia. Mereka adalah Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno yang berprofesi sebagai pengemudi truk sampah, serta Irwan Supriyatin (42) yang juga merupakan pengemudi truk sampah.
Selain itu, dua orang lainnya, yakni Jonan dan Risno, dilaporkan selamat dari peristiwa tersebut. Keduanya diketahui bekerja sebagai pengemudi truk sampah.
Sementara itu, seorang pengemudi truk dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Slamet, mengalami luka ringan. Ia telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat, serta kini telah diperbolehkan pulang.
Dalam proses evakuasi, dari total tujuh truk yang terdampak longsor, lima unit telah berhasil dievakuasi. Dua unit lainnya masih dalam proses penanganan, yakni truk yang dikemudikan oleh Riki Supriyadi dari Sudin LH Jakarta Utara serta kendaraan milik Irwan Supriyatin.
Untuk mempercepat proses evakuasi, tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator serta menyiagakan dua unit ambulans milik DLH DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi.
Di saat bersamaan, langkah stabilisasi area juga dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan. Penataan dan penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap agar struktur timbunan kembali stabil dan aman bagi operasional di lapangan.
"Keselamatan dalam pengoperasian layanan sampah di TPST Bantargebang adalah prioritas utama. Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali," jelas Asep.
Meski proses penanganan masih berlangsung, DLH memastikan pelayanan pengelolaan sampah tetap berjalan. Satu titik buang sementara di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari untuk menjaga kelancaran ritase truk sampah dari Jakarta, sementara dua titik buang lainnya masih dalam tahap perapihan.
DLH juga meminta jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup di wilayah DKI Jakarta untuk menunda sementara pengiriman sampah ke TPST Bantargebang hingga proses evakuasi selesai.
Langkah tersebut diambil untuk menjaga kelancaran sistem pengangkutan sampah Jakarta sekaligus meminimalkan antrean truk selama proses penanganan di area terdampak.
"Pemprov DKI berkomitmen menangani situasi ini secara cepat, hati-hati, dan terkoordinasi. Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban, serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman," pungkas Asep. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Olympic |













