Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
6 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  PON

‎Asphija Siap Dukung Pemprov DKI Jadi Destinasi Wisata Global

‎Asphija Siap Dukung Pemprov DKI Jadi Destinasi Wisata Global
Pelantikan kepengurusan Asphija periode 2026-2029.
Selasa, 10 Maret 2026 19:26 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) menyatakan, komitmennya mendukung penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Ibu Kota menjelang periode libur panjang dan arus mudik Lebaran 2026. Momentum tersebut dinilai menjadi peluang untuk mendorong Jakarta sebagai destinasi wisata global.

‎Komitmen itu disampaikan Ketua Umum Asphija periode 2026-2029, Kukuh Prabowo, usai pelantikannya di Whiz Prime Hotel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (10/3/2026).

‎
‎Menurut Kukuh, para pelaku usaha hiburan di Jakarta perlu memperkuat solidaritas dan sinergi agar mampu bersaing dengan kota-kota besar di kawasan Asia Tenggara. Apalagi, pada periode menjelang dan sesudah mudik Lebaran biasanya terjadi pergerakan wisatawan yang cukup signifikan.
‎
‎Ia menilai, industri hiburan memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata kota. Karena itu, Asphija berkomitmen bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat daya tarik wisata Ibu Kota.
‎
‎"Ke depan kami ingin membantu Pemprov DKI Jakarta menjadikan Jakarta sebagai destinasi wisata global yang mampu bersaing dengan Singapura, Kuala Lumpur, hingga Bangkok," kata Kukuh.
‎
‎Selain memperkuat industri hiburan, Asphija juga menyoroti pentingnya dialog antara pelaku usaha dan pemerintah dalam penyusunan kebijakan. Kukuh mengatakan, berbagai regulasi yang menyangkut industri hiburan sebaiknya melibatkan para pelaku usaha agar kebijakan yang dihasilkan tidak menimbulkan dampak negatif bagi sektor tersebut.
‎
‎Di sisi lain, Kukuh mengakui aktivitas usaha hiburan selama bulan Ramadan mengalami penyesuaian, terutama terkait pembatasan jam operasional. Hal itu membuat pelaku usaha masih menunggu perkembangan situasi pasar setelah Ramadan dan periode mudik Lebaran berakhir.
‎
‎"Sekarang kegiatan usaha memang terbatas karena ada aturan khusus selama Ramadan. Jadi kami belum bisa menilai apakah ada penurunan atau tidak, mungkin setelah Ramadan baru terlihat," ujarnya.
‎
‎Asphija mengimbau, seluruh anggota untuk mematuhi aturan yang berlaku selama bulan Ramadan, termasuk terkait jam operasional tempat hiburan malam.
‎
‎Kukuh menegaskan, asosiasi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak aturan guna memastikan kegiatan usaha berjalan tertib tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.
‎
‎"Saya berharap kita semakin solid dan kuat demi kemajuan industri ekonomi kreatif di sektor hiburan, sehingga Jakarta bisa menjadi kota destinasi wisata internasional," beber Kukuh.
‎
‎Di sisi lain, Ketua Panitia Pelantikan Asphija, Gea Hermansyah mengatakan, asosiasi dibentuk untuk memperkuat posisi pelaku usaha hiburan dalam menghadapi berbagai persoalan industri yang tidak bisa diselesaikan secara individual.
‎
Menurut Gea, sejak berdiri Asphija telah melalui berbagai dinamika, mulai dari negosiasi tarif royalti hingga dampak besar pandemi COVID-19 yang sempat membuat sektor hiburan tutup selama dua tahun.
‎
Ia berharap, kepengurusan baru dapat memperkuat koordinasi dengan pemerintah serta berbagai asosiasi pariwisata lain agar industri hiburan dapat kembali berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor wisata Jakarta. 
‎
‎"Kita semua menyadari bahwa banyak persoalan industri hiburan yang tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Karena itu kebersamaan dalam asosiasi ini menjadi sangat penting," pungkas Gea. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:PON, DKI Jakarta
wwwwww