Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Basket

Krisis Selat Hormuz Paksa Malaysia Masukkan Nuklir dalam Rencana Nasional

Krisis Selat Hormuz Paksa Malaysia Masukkan Nuklir dalam Rencana Nasional
Malaysia (Foto: Unsplash / Esmonde Yong)
Minggu, 29 Maret 2026 08:07 WIB
KUALA LUMPUR – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mendorong Malaysia mempercepat langkah pengembangan energi nuklir. Kebijakan ini dipersiapkan Minggu (29/3/2026), sebagai strategi utama mengamankan pasokan listrik nasional dari ancaman krisis bahan bakar fosil dunia.

Langkah strategis tersebut diintegrasikan ke dalam Rencana Malaysia Ketigabelas (13MP) di bawah arahan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Pembangkit nuklir dinilai sebagai solusi paling layak karena mampu menyediakan daya baseload yang stabil dengan emisi sangat rendah, sekaligus memutus rantai ketergantungan negara terhadap gejolak harga pasar global.

"Dunia sedang tidak menentu. Ketegangan di Timur Tengah hingga gangguan di Selat Hormuz telah mengacak-acak pasar energi. Malaysia tidak boleh tinggal diam," urai Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri PETRA Malaysia, Fadillah Yusof.

Guna memastikan operasional berjalan tanpa hambatan, pemerintah menunjuk MyPOWER Corporation sebagai Organisasi Pelaksana Program Tenaga Nuklir (NEPIO). Lembaga ini mendapat tugas krusial untuk mematangkan kerangka hukum, mengevaluasi kelayakan teknologi bersama sektor industri, serta mencetak teknokrat yang memenuhi standar pengawasan ketat Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Ambisi percepatan energi bersih ini secara langsung memanaskan peta persaingan teknologi di kawasan Asia Tenggara. Malaysia kini mengambil langkah sejajar dengan Filipina yang membidik kapasitas 4.800 megawatt pada 2050, serta Vietnam yang tengah menghidupkan kembali rencana nuklir nasionalnya. Di sisi lain, Indonesia juga sedang melakukan eksperimen teknologi small modular reactor (SMR) terapung untuk direalisasikan tahun 2030. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Basket
wwwwww