Krisis Selat Hormuz Paksa Malaysia Masukkan Nuklir dalam Rencana Nasional
![]() |
| Malaysia (Foto: Unsplash / Esmonde Yong) |
Langkah strategis tersebut diintegrasikan ke dalam Rencana Malaysia Ketigabelas (13MP) di bawah arahan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Pembangkit nuklir dinilai sebagai solusi paling layak karena mampu menyediakan daya baseload yang stabil dengan emisi sangat rendah, sekaligus memutus rantai ketergantungan negara terhadap gejolak harga pasar global.
"Dunia sedang tidak menentu. Ketegangan di Timur Tengah hingga gangguan di Selat Hormuz telah mengacak-acak pasar energi. Malaysia tidak boleh tinggal diam," urai Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri PETRA Malaysia, Fadillah Yusof.
Guna memastikan operasional berjalan tanpa hambatan, pemerintah menunjuk MyPOWER Corporation sebagai Organisasi Pelaksana Program Tenaga Nuklir (NEPIO). Lembaga ini mendapat tugas krusial untuk mematangkan kerangka hukum, mengevaluasi kelayakan teknologi bersama sektor industri, serta mencetak teknokrat yang memenuhi standar pengawasan ketat Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Ambisi percepatan energi bersih ini secara langsung memanaskan peta persaingan teknologi di kawasan Asia Tenggara. Malaysia kini mengambil langkah sejajar dengan Filipina yang membidik kapasitas 4.800 megawatt pada 2050, serta Vietnam yang tengah menghidupkan kembali rencana nuklir nasionalnya. Di sisi lain, Indonesia juga sedang melakukan eksperimen teknologi small modular reactor (SMR) terapung untuk direalisasikan tahun 2030. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Basket |













