DLH DKI Perkuat Gerakan Pilah Sampah dari Sumber, Libatkan Warga hingga Pelaku Usaha
![]() |
| DLH DKI Jakarta menggalakkan Gerakan Pengurangan dan Pilah Sampah dari Sumber. (Ist). |
Kamis, 02 April 2026 12:50 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mengatasi persoalan sampah di Ibu Kota. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat Gerakan Pengurangan dan Pilah Sampah dari Sumber sebagai langkah mendasar menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, DLH mendorong para wali kota, camat, hingga lurah menjadi penggerak utama di wilayah masing-masing. Peran aparatur wilayah dinilai krusial dalam membangun kesadaran, mengedukasi, sekaligus memastikan kebiasaan memilah sampah dapat tumbuh secara konsisten di tengah masyarakat.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto menegaskan, penanganan sampah tidak bisa terus bergantung pada pengangkutan dan penimbunan semata. Perubahan pola pengelolaan harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga.
"Pemilahan sampah dari sumber harus dilakukan secara konsisten dan masif agar benar-benar berdampak pada pengurangan volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang," ujar Asep di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, keberhasilan gerakan tersebut sangat ditentukan oleh kekuatan koordinasi di tingkat wilayah. Kolaborasi antara pemerintah kota, kecamatan, hingga kelurahan menjadi fondasi penting dalam menggerakkan partisipasi warga.
Sebagai bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah, DLH juga mendorong pengaktifan kembali berbagai sarana pengelolaan sampah berbasis masyarakat, seperti Bidang Pengelola Sampah (BPS) di tingkat RW. Fasilitas tersebut diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas pengelolaan sampah di lingkungan warga.
Selain itu, pengolahan sampah organik melalui biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF) terus didorong karena dinilai efektif mengurangi sampah sisa makanan yang selama ini mendominasi timbulan sampah rumah tangga.
"Di sisi lain, penguatan bank sampah tetap menjadi salah satu fokus. Selain membantu mengurangi sampah, keberadaan bank sampah juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," imbuhnya.
Asep mengingatkan, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga warga. Ia menekankan pentingnya kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
"Kita upayakan pemilahan sudah menjadi kebiasaan di rumah, yaitu diawali dari memisahkan sisa makanan, plastik, dan tidak mencampurnya dalam satu wadah. Dampaknya besar, tidak hanya bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat," jelasnya.
Tak hanya di tingkat rumah tangga, DLH juga mendorong sektor hotel, restoran, dan kafe (HORECA) untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah. Langkah ini menjadi bagian penting untuk menekan timbulan sampah langsung dari sumbernya.
Asep menegaskan, setiap pelaku usaha memiliki kewajiban mengelola sampah secara mandiri dan bertanggung jawab sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan.
"Ini bukan lagi pilihan, tetapi kewajiban. Terutama untuk sampah sisa makanan, yang seharusnya bisa diolah menjadi kompos atau melalui biokonversi seperti maggot BSF, sehingga tidak semuanya berakhir di tempat pembuangan akhir," tegasnya.
Dalam praktiknya, pelaku usaha didorong memulai dari langkah sederhana, seperti menyediakan empat jenis wadah sampah, yakni sampah mudah terurai, material daur ulang, residu, serta sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) rumah tangga.
Ke depan, langkah penguatan pemilahan dari sumber diharapkan dapat meningkatkan efektivitas fasilitas pengolahan sampah di Jakarta, termasuk pengolahan Refuse Derived Fuel (RDF) dan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
"Pengelolaan sampah yang baik hanya bisa terwujud melalui kerja sama. Kami mengajak sektor HORECA untuk menjadi bagian dari solusi, dengan memulai langkah nyata dari tempat usahanya masing-masing," pungkas Asep. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, Lingkungan, DKI Jakarta |













