Lonjakan Drastis Harga Avtur Pertamina, Ancaman Serius Bagi Industri Penerbangan Nasional
![]() |
| Ilustrasi (net) |
JAKARTA – Industri penerbangan Indonesia dihantam badai kenaikan harga bahan bakar menyusul kebijakan PT Pertamina (Persero) yang menaikkan harga avtur secara signifikan di seluruh bandara, Rabu (1/4/2026). Kenaikan ini dipicu oleh melambungnya harga minyak mentah dunia akibat memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, harga avtur kini menembus angka Rp23.551 per liter. Jika dibandingkan dengan harga pada Maret yang sebesar Rp13.656, terjadi lonjakan drastis sekitar 72 persen. Kenaikan serupa juga merambat ke wilayah lain, seperti di Bandara Internasional Minangkabau yang kini mencapai Rp25.198 dan Bandara Internasional Yogyakarta sebesar Rp25.343 per liter.
Kondisi pasar energi global memang tengah bergejolak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan keras mengenai potensi agresi militer lanjutan terhadap Iran dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Pernyataan tersebut seketika mendorong harga minyak mentah Brent naik ke level 106,42 dolar AS per barel.
"Kami akan menyelesaikan tugas ini, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat," tegas Trump dalam pidato kenegaraannya, Rabu (1/4/2026).
Imbas kenaikan harga avtur ini tidak hanya dirasakan maskapai domestik, tetapi juga maskapai internasional. Maskapai besar asal Jepang, ANA dan JAL, diperkirakan akan menaikkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) untuk rute internasional mulai Juni mendatang. Biaya tambahan untuk rute Eropa dan Amerika Utara diperkirakan naik hingga Rp6,2 juta per tiket.
Kenaikan harga avtur yang merupakan hasil penyulingan minyak mentah ini diprediksi akan memaksa maskapai melakukan penyesuaian tarif tiket dalam waktu dekat. Situasi ini memicu kekhawatiran akan menurunnya minat perjalanan masyarakat di tengah beban biaya operasional penerbangan yang kian mencekik akibat konflik di Timur Tengah.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Nasional, Ekonomi, DKI Jakarta |













