Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
22 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
22 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Umum

Gubernur Pramono Dorong Pembelajaran Pancasila Lebih Hidup dan Kontekstual

Gubernur Pramono Dorong Pembelajaran Pancasila Lebih Hidup dan Kontekstual
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist).
Selasa, 07 April 2026 14:08 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membuka Sosialisasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (7/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya pembelajaran Pendidikan Pancasila yang tidak sekadar berbasis hafalan, tetapi mampu menciptakan ruang diskusi yang hidup, menyenangkan, dan dekat dengan realitas keseharian peserta didik.

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 mengenai Standar Nasional Pendidikan. Regulasi tersebut menetapkan Pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran wajib bagi seluruh peserta didik, mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA/MAK.

‎
Pram menyampaikan tiga catatan penting bagi para pendidik dalam menguatkan pembelajaran Pancasila di sekolah. Ia menegaskan, Pancasila harus hadir sebagai materi diskusi yang dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman.
‎
‎"Pertama, Pancasila harus hadir di dalam ruang diskusi yang hidup di kelas. Jangan bersifat dogmatis. Dengan mengaitkan proses pembelajaran para siswa dengan hal-hal yang up to date, maka mempelajari Pancasila menjadi sesuatu yang kekinian. Karena Pancasila pada dasarnya adalah ideologi yang tidak lekang oleh waktu," ujarnya.
‎
‎Selain itu, ia mendorong agar pembelajaran Pancasila disampaikan secara menyenangkan dan bermakna, sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan diterapkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
‎
‎"Jangan sekadar menjadi hafalan. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai itu disampaikan secara jujur, disiplin, apa adanya, saling menghargai, dan peduli," katanya.
‎
‎Pram menekankan, penguatan nilai-nilai Pancasila tidak dapat dilakukan hanya di lingkungan sekolah. Menurutnya, peran keluarga dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membentuk karakter generasi muda.
‎
‎"Salah satu kekuatan utama Pancasila akan menjadi kuat apabila keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, dan realitas hidup keseharian itu bisa digambarkan menjadi potret kita bersama. Kalau itu sudah menjadi satu, saya yakin itu menjadi kekuatan yang luar biasa," jelasnya.
‎
‎Lebih lanjut, ia berharap para pendidik mampu menyiapkan peserta didik menjadi generasi yang tangguh dan adaptif di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat, termasuk perkembangan teknologi dan dinamika sosial.
‎
‎Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa Jakarta dapat menjadi contoh dalam implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila yang aplikatif dan kontekstual.
‎
‎"Saya yakin Jakarta bisa menjadi role model dari proses pendidikan Pancasila, bukan hanya sekadar dihafalkan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di masyarakat," ucapnya.
‎
‎Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemprov DKI Jakarta menegaskan, komitmennya untuk terus memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam dunia pendidikan sebagai fondasi dalam membangun generasi yang berkarakter, adaptif, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
‎
‎Sementara itu, Kepala BPIP, Yudian Wahyudi menyatakan, penguatan ideologi Pancasila merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, revitalisasi nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan secara menyeluruh di berbagai sektor kehidupan.
‎
‎"Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif, tetapi merupakan jiwa bangsa dan pedoman hidup bersama untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur," pungkas Yudian. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Umum, DKI Jakarta
wwwwww