Munjirin Tinjau Try Out Gratis Masuk PTN 30 Pelajar Penerima KJP di Naiju
![]() |
| Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin (kanan) bersama Pembina Yayasan Indonesia Pintar Berkeadilan Sosial, Taufik Rendusara (kiri). |
Selasa, 07 April 2026 12:43 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin meninjau langsung pelaksanaan program Intensive UTBK Naiju sebagai tindak lanjut dari program try out gratis bagi pelajar penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) di Kantor Naiju, Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Program ini merupakan tahap lanjutan dari rangkaian try out gratis yang sebelumnya digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur bersama Naiju sebanyak lima kali. Melalui program intensif tersebut, puluhan siswa kelas 12 dari keluarga kurang mampu dipersiapkan secara khusus untuk menembus perguruan tinggi negeri (PTN).
Munjirin mengatakan, program intensif ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi siswa penerima KJP. Ia berharap seluruh peserta yang mengikuti program dapat diterima di perguruan tinggi negeri.
"Alhamdulillah siang hari ini saya bisa menghadiri program yang dilaksanakan oleh pihak Naiju yaitu Intensive Naiju. Ini adalah program lanjutan daripada program try out yang kita laksanakan bersama untuk siswa KJP," kata Munjirin, Selasa (7/4/2026).
Munjirin menjelaskan, dari hasil try out yang telah dilaksanakan, sebanyak 15 peserta didik diketahui telah mendapatkan panggilan dari universitas negeri melalui jalur undangan. Sementara itu, program intensif yang awalnya hanya menampung 20 peserta kemudian ditambah menjadi 30 peserta karena tingginya antusiasme pelajar dan permintaan dari pihak sekolah serta orang tua.
"Jadi yang sudah masuk di jalur undangan ada 15 peserta didik, kemudian yang mengikuti program intensif ini ada 30 anak. Mudah-mudahan semuanya bisa masuk ke perguruan tinggi negeri," harapnya.
Program Intensive UTBK Naiju dijadwalkan berlangsung selama 20 hari ke depan. Selama periode tersebut, peserta akan mendapatkan pendampingan intensif mulai dari pembelajaran materi hingga bimbingan proses pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Ke depan, Pemerintah Kota Jakarta Timur berharap program try out dan intensif UTBK ini dapat berlanjut setiap tahun dan bahkan menjadi kebijakan resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui penganggaran dalam APBD.
"Harapan kami program ini bisa berlanjut untuk tahun berikutnya, bahkan bisa menjadi kebijakan di tingkat Provinsi DKI Jakarta," beber Munjirin.
Pembina Yayasan Indonesia Pintar Berkeadilan Sosial, Taufik Rendusara yang akrab disapa Tope menegaskan, keberhasilan masuk ke perguruan tinggi negeri tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh proses pembinaan yang berkelanjutan.
"Pada prinsipnya kita ingin menyampaikan bahwa diterima di perguruan tinggi negeri favorit itu bukan karena pintar, tapi karena memang kemampuan dirinya diasah, diasih, dan diasuh dengan baik," ungkap Taufik.
Ia menyatakan, program intensif tersebut diberikan secara gratis kepada seluruh peserta, termasuk kebutuhan makan, transportasi, hingga biaya pendaftaran perguruan tinggi bagi siswa yang dinyatakan lulus seleksi.
"Program ini free 100 persen, Naiju yang bertanggung jawab biayanya. Makan, minum, transport, sampai nanti biaya pendaftaran bagi mereka yang keterima, insya Allah akan kami tanggung," terangnya.
Kegiatan pembelajaran dalam program intensif tersebut berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Jadwal diperpanjang dari rencana awal hingga sore hari karena permintaan langsung dari para siswa yang ingin mendapatkan waktu belajar lebih panjang.
Perwakilan penyelenggara program menyampaikan bahwa peningkatan kuota peserta dari 20 menjadi 30 orang dilakukan karena tingginya minat siswa dari berbagai sekolah. Mereka optimistis seluruh peserta memiliki peluang besar untuk diterima di perguruan tinggi negeri.
"Awalnya kita memang 20 peserta, tapi karena banyak guru yang menghubungi dan antusiasme murid sangat tinggi, akhirnya kuota ditambah menjadi 30. Kami optimis 30 peserta ini bisa diterima di perguruan tinggi negeri," pungkasnya.***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Umum, DKI Jakarta |













