Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
10 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
12 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
7 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
13 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
12 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  SEA Games

Legislator Nabilah Soroti Anggaran Fasilitas Posyandu di Jakarta

Legislator Nabilah Soroti Anggaran Fasilitas Posyandu di Jakarta
Legislator Komisi D DPRD DKI Jakarta, Nabilah Aboebakar Alhabsyi. (Ist)
Jum'at, 10 April 2026 08:05 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Legislator DPRD DKI Jakarta, Nabilah Aboebakar Alhabsyi, menyoroti belum jelasnya penganggaran fasilitas Posyandu. Ia mpenilai kebutuhan dasar Posyandu kerap terabaikan akibat tidak terintegrasinya perencanaan yang dilakukan organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Politis muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengungkapkan, aspirasi masyarakat yang dihimpun saat reses banyak menyoroti minimnya fasilitas Posyandu, mulai dari meja, kursi, alat kesehatan hingga timbangan balita. Namun, kebutuhan tersebut kerap tidak terakomodir karena tidak jelasnya pos penganggaran di masing-masing OPD.

 
"Saya mempertanyakan apakah di setiap SKPD ada penganggaran khusus untuk fasilitas Posyandu? Sebab, fakta di lapangan untuk kebutuhan ini justru terjadi saling dilempar antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, hingga kecamatan," kata Nabilah yang juga Ketua Bidang Pembinaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas (BPMRD) DPW PKS DKI Jakarta melalui keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).
 
Nabilah menjelaskan, kondisi ini berpotensi melemahkan peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di tingkat lingkungan. Padahal, Posyandu memiliki peran strategis dalam memastikan pemantauan gizi dan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
 
"Jangan sampai ibu-ibu kader yang memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan masyarakat justru melempem karena tidak didukung fasilitas yang memadai. Ini bisa melemahkan sistem pelayanan dasar kita," tegasnya.
 
Ia berharap, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Tingkat Kota Jakarta Selatan dapat menjadi momentum perbaikan dalam perencanaan anggaran, khususnya untuk memastikan kebutuhan Posyandu masuk sebagai prioritas lintas sektor. 
 
Ia juga menekankan pentingnya integrasi antara Dinas Kesehatan dengan perangkat daerah lainnya agar tidak terjadi tumpang tindih maupun kekosongan tanggung jawab.
 
"Ke depan ini harus menjadi konsen bersama. Integrasi antardinas harus diperkuat agar kebutuhan dasar masyarakat seperti Posyandu tidak lagi terabaikan," ujarnya.
 
Nabilah menilai, pembenahan sistem penganggaran dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat di Jakarta.
 
"Layanan kesehatan adalah salah satu kebutuhan dasar yang harus kira prioritaskan. Selain Posyandu untuk Balita atau anak, di Jakarta ini juga ada Posyandu Lansia. Semua fasilitas atau kebutuhannya harus betul-betul diperhatikan," pungkas Legislator Komisi D DPRD DKI Jakarta ini. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww