Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
18 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
22 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Lepas Kontingen Indonesia ke Asian Beach Games Sanya 2026, Okto: Kita Lebih Selektif Pilih Cabor

Lepas Kontingen Indonesia ke Asian Beach Games Sanya 2026, Okto: Kita Lebih Selektif Pilih Cabor
Raja Sapta Oktohari saat menyerahkan bendera Merah Putih kepada CdM Kontingen Indonesia, Krisna Bayu OLY. (NOC Indonesia)
Senin, 20 April 2026 21:15 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Presiden Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari secara resmi mengukuhkan dan melepas Kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Beach Games Sanya 2026 di Kantor NOC Indonesia, Jakarta, Senin (20/4/2026).  

Sebanyak 22 atlet dari tiga cabang olahraga, yakni speed climbing, basket 3x3, dan voli pantai, akan mewakili Indonesia pada edisi keenam Asian Beach Games tersebut. Kontingen Indonesia akan dipimpin Chef de Mission (CdM), Krisna Bayu, yang juga merupakan Olympian sekaligus Komite Eksekutif NOC Indonesia.

“Kita mengirimkan atlet-atlet terbaik Indonesia untuk berkompetisi di Asian Beach Games ke-6 di Sanya, Tiongkok. Saya cukup optimistis tim ini bisa membawa kabar baik bagi Indonesia, apalagi kita memiliki kekuatan di cabang seperti speed climbing yang saat ini termasuk yang terkuat di dunia,” ujar Raja Sapta Oktohari.

Okto, sapaan karibnya, menegaskan bahwa Asian Beach Games menjadi bagian penting dalam rangkaian pembinaan atlet nasional. Ajang ini berfungsi sebagai tolok ukur performa sebelum menghadapi multievent yang akan datang, seperti Asian Games, Youth Olympic Games dan AIMAG.

“Dengan berbagai keterbatasan, termasuk anggaran, kita tetap berupaya selektif mengirimkan cabang olahraga yang memiliki potensi. Terima kasih kepada federasi cabang olahraga dan Kemenpora atas dukungan yang diberikan,” sebut Okto.

Di sisi lain, CdM Kontingen Indonesia, Krisna Bayu, menekankan kesiapan tim yang telah dipersiapkan secara maksimal. Ketiga cabang olahraga yang berangkat memiliki potensi besar, termasuk voli pantai yang disebut memiliki sejarah prestasi yang baik dan diharapkan mampu kembali memberikan hasil positif di Sanya nanti.

GoNews.co Bersama Kontingen Indonesia. (
Bersama Kontingen Indonesia. (NOC Indonesia)

“Persiapan telah dilakukan semaksimal mungkin. Kami membawa kombinasi atlet senior dan junior yang diharapkan mampu membuka peluang medali. Kami tidak ingin terburu-buru menetapkan target angka, namun peluang itu selalu ada, terutama dari panjat tebing yang memiliki rekam jejak kuat,” kata CdM Bayu, sapaan karib Krisna Bayu.

Sementara itu, Ketua Umum PB FPTI, Yenny Wahid yang turut hadir menegaskan pentingnya keikutsertaan dalam ajang internasional sebagai bagian dari pembinaan atlet. Ia juga menjelaskan bahwa komposisi tim panjat tebing yang berangkat ke Asian Beach Games Sanya 2026 merupakan perpaduan atlet berpengalaman dan generasi muda.

“Setiap ajang internasional memiliki nilai strategis, baik untuk peningkatan kemampuan teknis maupun mental bertanding. Kami mengapresiasi dukungan NOC Indonesia dan Kemenpora yang terus membuka kesempatan bagi atlet untuk tampil di level dunia,” ungkap Yenny.

“Beberapa atlet dunia kembali diturunkan, dikombinasikan dengan atlet muda yang sedang naik daun. Ini bagian dari regenerasi sekaligus penguatan tim. Yang membanggakan adalah semangat mereka untuk bangkit dan terus berprestasi demi Indonesia,” tutupnya. ***

wwwwww