Pemprov DKI Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Potensi El Nino
![]() |
| Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan. (Ist). |
Selasa, 21 April 2026 16:56 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi potensi El Nino atau kemarau panjang pada 2026, termasuk menjaga ketahanan pangan di wilayah perkotaan.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan menghadapi potensi krisis air yang dapat mengganggu sektor pertanian kota.
Menurut dia, upaya mitigasi yang disiapkan antara lain menginisiasi gerakan menanam tanaman pangan alternatif sebagai pengganti beras, serta memanfaatkan lahan idle milik Pemprov DKI untuk ditanami komoditas produktif, seperti tanaman pangan dan hortikultura.
"Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga pasokan pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tengah ancaman kemarau panjang," ujar Hasudungan dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Selain optimalisasi lahan, Pemprov DKI juga berupaya memaksimalkan sumber daya air yang tersedia, seperti embung, waduk, dan sungai, serta memperkuat jaringan irigasi perkotaan dan sistem drainase. Pemilihan varietas tanaman yang tahan terhadap cuaca ekstrem juga menjadi fokus, disertai dengan pemberian fasilitasi sarana pendukung pertanian bagi masyarakat.
Dalam menghadapi keterbatasan air, Dinas KPKP mendorong pemanfaatan teknologi pertanian perkotaan yang efisien, seperti hidroponik, vertikultur, dan vertiminaponik. Teknologi tersebut dinilai mampu menjawab tantangan keterbatasan lahan dan air yang menjadi karakteristik wilayah perkotaan seperti Jakarta.
"Pertanian hidroponik menjadi solusi karena menggunakan air sebagai media tanam yang dicampur nutrisi dan dialirkan secara presisi ke tanaman. Model ini sangat cocok untuk kondisi perkotaan dengan keterbatasan lahan dan air," jelasnya.
Lebih lanjut, Pemprov DKI juga mendorong pemanfaatan sumber air alternatif, seperti air hujan dan air buangan dari pendingin ruangan (AC). Hasudungan menegaskan, air AC relatif aman digunakan untuk tanaman karena tidak mengandung klorin dan memiliki tingkat partikel terlarut yang rendah sehingga mendukung penyerapan nutrisi secara optimal.
Upaya lain yang dilakukan adalah pembangunan dan revitalisasi sumur resapan guna meningkatkan cadangan air tanah sebagai langkah antisipasi kekeringan.
"Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov DKI Jakarta optimistis mampu menjaga keberlangsungan pertanian perkotaan dan ketahanan pangan masyarakat di tengah ancaman kemarau panjang," pungkas Hasudungan. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













