Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
7 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
4
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
7 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Umum

Dies Natalis ke-56 IKJ, Wagub Rano Soroti Peran Seni bagi Masa Depan Jakarta

Dies Natalis ke-56 IKJ, Wagub Rano Soroti Peran Seni bagi Masa Depan Jakarta
Dies Natalis ke-56 Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Auditorium IKJ, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. (Ist).
Senin, 27 April 2026 15:37 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno menyampaikan, pidato kebudayaan dalam pembukaan Dies Natalis ke-56 Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Auditorium IKJ, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan peran strategis IKJ sebagai rahim kebudayaan yang tidak hanya membentuk seniman, tetapi juga turut menentukan arah peradaban kota.

‎
‎"Lima puluh enam tahun IKJ bukan sekadar angka dalam kalender akademik. Ia merekam jejak para seniman, aktor, perupa, sineas, pemusik, penari, peneliti, hingga mahasiswa dalam menghasilkan dan mendistribusikan karya yang mencerminkan peradaban kota," kata Rano.
‎
‎Rano juga menilai tema "Creative Knowledge & Global Presence: Leading to Artpreneur" sangat relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, seniman masa kini tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas, tetapi juga harus memiliki kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika industri kreatif global. 
‎
‎"Seniman hari ini tidak cukup hanya mencipta. Ia juga harus menjaga ekosistem dan memahami bahasa dunia tanpa kehilangan aksen kampung halamannya. Menjadi global tidak boleh membuat kita asing terhadap akar sendiri,” ungkapnya.
‎
‎Rano memandang IKJ sebagai mitra strategis dalam pembangunan kota yang berbudaya dan inklusif. Ia berharap kampus seni tersebut dapat terus menjadi laboratorium kreatif yang melahirkan gagasan-gagasan besar bagi masa depan Jakarta. 
‎
‎"Dari IKJ kita berharap lahir gagasan tentang bagaimana membuat Jakarta lebih manusiawi, berbudaya, inklusif, dan berani menyapa dunia. Seni memiliki cara yang ajaib untuk merawat ingatan, sering kali lebih jujur daripada pidato pejabat," tuturnya.
‎
‎Rektor IKJ, Prof. Dr. M. Syamsul Maarif menekankan, pentingnya integrasi antara kreativitas, pengetahuan, dan kewirausahaan dalam menghadapi dinamika industri kreatif global. 
‎
Menurutnya, perguruan tinggi seni memiliki tanggung jawab strategis dalam menyiapkan generasi kreator yang tidak hanya unggul secara artistik, tetapi juga mampu mengelola karya menjadi nilai ekonomi. 
‎
‎"IKJ berkomitmen memperkuat pendidikan seni berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin sebagai fondasi pengembangan industri kreatif yang berdaya saing global," tegasnya.
‎
‎Pembukaan Dies Natalis ke-56 IKJ ditandai dengan peluncuran resmi rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga Desember 2026, meliputi pameran seni, diskusi, lokakarya, hingga seminar internasional. 
‎
‎Kegiatan juga diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada penerima pendanaan penelitian program BIMA Kemendikti Saintek 2025-2026 serta sesi foto bersama seluruh tamu undangan dan sivitas akademika sebagai simbol semangat kolaborasi dalam memajukan seni dan budaya di Jakarta. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, Umum, DKI Jakarta
wwwwww