Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
2 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
2 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
2 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Asian Beach Games Sanya 2026

Kontingen Kecil Hasilkan 1 Emas dan 2 Perak, CdM KB: Terimakasih Atlet, Menpora Erick Thohir dan Presiden NOC

Kontingen Kecil Hasilkan 1 Emas dan 2 Perak, CdM KB: Terimakasih Atlet, Menpora Erick Thohir dan Presiden NOC
Pasangan Desak Made Rita Kusuma Dewi/Kadek Adi Asih meraih medali emas di Asian Beach Games Sanya 2026. (NOC Indonesia)
Rabu, 29 April 2026 23:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SANYA – Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Krisna Bayu memberikan apreasiasi atas keberhasilan atlet panjat tebing binaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) pimpinan Yenny Wahid yang telah mempersembahkan 1 medali emas dan 2 perak bagi Indonesia pada Asian Beach Games Sanya 2026.

“Ini hasil luar biasa. Dengan hanya tampil di tiga cabor olahraga saja, kita embawa pulang 1 medali emas dan 2 perak ke Tanah Air. Terimasih atlet panjat tebing yang telah berjuang maksimal. Begitu juga dengan Pak Menpora Erick Thohir yang telah memberikan dukungan terhadap Kontingen Indonesia dan juga Bu Yenny Wahid yang telah mempersiapkan Timnas Panjat Tebing Indonesia dengan baik. Dan, saya juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden NOC Raja Sapta Oktohari yang setiap saat selalu memantau perjuangan atlet Indonesia,” ujar KB, panggilan karib Olynmpian Judo.  

Pasangan atlet panjat tebing putri asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi/Kadek Adi Asih, mencatatkan sejarah usai mempersembahkan medali emas pertama bagi Kontingen Indonesia untuk cabang olahraga panjat tebing pada Asian Beach Games Sanya 2026.

Turun di nomor nomor speed women’s relay, Desak/Asih tampil all out. Mengawali dari posisi keempat kualifikasi dengan waktu 14,27 detik, keduanya menunjukkan peningkatan signifikan.

Di babak semifinal, keduanya sukses menyingkirkan pasangan Tiongkok, Zhou Yafei/Deng Lijuan dengan catatan 13,174 detik, yang sekaligus memecahkan rekor dunia nomor speed women's relay.

“Kami tidak menyangka bisa memecahkan rekor. Kami hanya fokus tampil maksimal,” ujar Desak usai berlomba.

Momentum positif berlanjut di babak final. Desak/Asih memastikan medali emas usai mengalahkan pasangan Korea Selatan, Jeong Jimin/Sung Hanaerum lewat catatan waktu 13,76 detik.

“Saya persembahkan medali ini untuk Indonesia. Ini Asian Beach Games pertama saya dan langsung emas. Semoga menjadi awal yang baik untuk target berikutnya,” tambah Desak.

Bagi Asih, keberhasilan ini menjadi titik balik setelah gagal di nomor individu. “Medali emas Ini sangat berarti bagi saya. Terima kasih untuk semua dukungan yang diberikan,” ungkap Asih.

Selain emas dari sektor putri, Indonesia juga menambah medali perak melalui pasangan putra Raharjati Nursamsa/Antasyafi Robby di nomor men’s relay.

Keduanya tampil konsisten sejak kualifikasi dengan waktu terbaik 10,14 detik dan melaju ke final setelah mengalahkan wakil Kirgistan di babak 16 besar, China di kuarterfinal dan Kazakhstan di semifinal.

Pada partai puncak, Raharjati/Robby harus mengakui keunggulan pasangan Tiongkok, Long Jianguo/Zhao Yicheng. Wakil Tim Indonesia mencatat waktu 9,80 detik, terpaut tipis 0,05 detik dari wakil Tiongkok yang membukukan 9,75 detik.

“Hasil ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan meraih lebih banyak medali ke depan,” ujar Raharjati.

Robby menambahkan, capaian ini menjadi langkah awal menuju target yang lebih besar. “Semoga kami bisa terus berkembang hingga menembus Olimpiade,” harap Robby. ***

wwwwww