Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
10 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
11 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
14 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Riekerink Sebut Motivasi Penyebab Kekalahan Dewa United

Riekerink Sebut Motivasi Penyebab Kekalahan Dewa United
Laga Dewa United FC melawan Persis Solo yang berakhir dengan skor 0-1. (Ileague.id)
Minggu, 17 Mei 2026 14:51 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SOLO – Dewa United Banten FC harus pulang dengan tangan hampa setelah dipaksa menyerah 1-0 oleh tuan rumah Persis Solo pada pekan ke-33 Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (16/5/2026) malam, dominasi permainan yang ditunjukkan Banten Warriors sirna akibat kelengahan di lini pertahanan pada babak kedua.

Satu-satunya gol pembeda dalam laga sengit ini dicetak oleh bek Persis Solo, Luka Dumancic. Memanfaatkan situasi sepak pojok, Dumancic yang berdiri tanpa kawalan ketat di dalam kotak penalti berhasil menyarangkan bola lewat sundulan terukur, sekaligus memastikan tiga poin krusial tetap bertahan di Solo.

Dalam sesi Post-Match Press Conference di Ruang Konferensi Pers Stadion Manahan, Pelatih Kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, mengungkapkan bahwa timnya sebenarnya sudah mengantongi dan mengantisipasi peta kekuatan Laskar Sambernyawa.

“Kami sudah menganalisis Persis Solo. Tentu kami tahu mereka punya tim yang bagus dan pemain-pemain individu berkualitas. Pada babak pertama, mereka sangat fokus pada transisi permainan. Nomor 9 dan 10 mereka selalu berbahaya setiap kali mendapat situasi satu lawan satu setelah bola panjang,” ujar Jan Olde Riekerink.

Pelatih asal Belanda tersebut menambahkan bahwa pasukannya sempat menemukan ritme permainan yang lebih menjanjikan selepas jeda turun minum. Taktik bermain sabar dari kaki ke kaki membuat kendali permainan perlahan jatuh ke tangan Dewa United. Sayangnya, momentum positif itu buyar akibat skema bola mati.

“Di babak kedua intensitas mereka mulai menurun karena kami bermain lebih sabar saat membangun serangan. Saat itulah kami mulai mengontrol permainan. Namun kemudian mereka mencetak gol lewat situasi sepak pojok,” sesalnya.

Lebih dari sekadar taktik di atas lapangan hijau, juru taktik berlisensi UEFA Pro ini menyoroti aspek mental dan motivasi yang menjadi pembeda besar dalam laga ini. Persis Solo yang tengah berjuang habis-habisan lolos dari jurang degradasi dinilai tampil dengan daya juang yang jauh lebih tinggi ketimbang anak asuhnya yang mengincar posisi empat besar.

“Dalam olahraga, bukan hanya soal intensitas atau performa tim. Ada faktor lain yang memengaruhi. Mereka punya dorongan besar untuk menghindari degradasi, sementara kami ingin finis di posisi empat besar. Secara mental, itu memengaruhi pertandingan,” tutur Jan Riekerink.

Di akhir wawancara, Jan Olde Riekerink memberikan kritik tajam sekaligus jujur atas performa anak asuhnya yang dianggap kalah mematikan ketimbang gairah yang ditunjukkan tim tuan rumah.

“Mereka menunjukkan rasa lapar dan semangat lebih besar untuk meraih tiga poin. Jika pertandingan ini disebut intens, saya rasa intensitas itu lebih terlihat dari sisi Persis Solo, bukan dari sisi kami. Pada akhirnya mereka menunjukkan keinginan yang lebih besar, sedangkan kami tidak bermain dengan hati. Dan ketika itu terjadi, hasil seperti ini bisa terjadi,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, Dewa United harus berjuang ekstra keras di laga pamungkas demi mengamankan tiket empat besar, sementara Persis Solo mendapat napas segar dalam misi mereka menjauh dari zona merah. ***

wwwwww