Ketegaran Aktivis Kemanusiaan WNI Usai Ditahan Tentara Israel
![]() |
| Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A. K. Alsattari (tengah), berbincang dengan salah satu aktivis yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 yang tiba di pintu kedatangan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu ( |
Relawan GSF, Hendro Prasetyo, menjadi salah satu bagian dari rombongan yang dicegat di lautan lepas. Langkahnya mengikuti pelayaran tersebut didasari oleh panggilan nurani untuk memberikan dukungan nyata bagi kemerdekaan warga Palestina.
Detik-detik pencegatan dimulai saat drone tentara mengintai kapal dari langit. Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan data, seluruh aktivis mengambil keputusan cepat untuk menyingkirkan alat komunikasi mereka.
"Kalau tahun lalu, penyiksaan dirasakan oleh beberapa orang penting, tapi kalau sekarang dirasakan oleh semua orang," kata Hendro saat memberikan keterangan.
Setelah dipindahkan paksa ke dalam kontainer kapal milik tentara, situasi berubah menjadi penuh tekanan. Ancaman ledakan bom yang terdengar silih berganti dari siang hingga malam menciptakan teror mental yang menguras ketahanan para peserta misi.
"Ada bom-bom yang dilancarkan sama mereka menjelang siang gitu atau di malam harinya kayak gitu," urainya.
Kondisi psikologis semakin tertekan dengan munculnya kecurigaan terhadap keamanan ransum dari pihak militer. Menghadapi situasi tersebut, pemuda berusia 24 tahun ini memilih jalur mogok makan meskipun harus menahan dahaga parah.
"Sehingga ya pasti dari saya sendiri melakukan hunger strike, tidak makan rotinya sama sekali," paparnya.
Tekanan tidak hanya menyerang mental, tetapi juga menyasar fisik relawan melalui tindakan kekerasan yang membekas. Dari rentetan kekerasan yang ada, sengatan aliran listrik menjadi yang paling berat dilewati.
"Disetrum adalah penyiksaan yang paling menyakitkan buat saya," ujarnya.
Meski langkah menuju tujuan utama terhenti sementara, semangat para aktivis kemanusiaan ini tidak surut. Pengalaman berharga selama di tengah laut tersebut diakui menjadi motivasi tambahan untuk terus menggemakan suara kemanusiaan. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | liputan6.com |
| Kategori | : | Basket |













