Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Basket

Ketegaran Aktivis Kemanusiaan WNI Usai Ditahan Tentara Israel

Ketegaran Aktivis Kemanusiaan WNI Usai Ditahan Tentara Israel
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A. K. Alsattari (tengah), berbincang dengan salah satu aktivis yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 yang tiba di pintu kedatangan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (
Senin, 25 Mei 2026 07:45 WIB
JAKARTA – Suasana haru menyelimuti Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta ketika sembilan WNI anggota misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) akhirnya kembali ke Tanah Air, Minggu (24/5/2026). Kelompok relawan ini baru saja melewati masa sulit akibat intersepsi dan penahanan oleh tentara Israel saat berlayar membawa misi kebebasan.

Relawan GSF, Hendro Prasetyo, menjadi salah satu bagian dari rombongan yang dicegat di lautan lepas. Langkahnya mengikuti pelayaran tersebut didasari oleh panggilan nurani untuk memberikan dukungan nyata bagi kemerdekaan warga Palestina.

Detik-detik pencegatan dimulai saat drone tentara mengintai kapal dari langit. Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan data, seluruh aktivis mengambil keputusan cepat untuk menyingkirkan alat komunikasi mereka.

"Kalau tahun lalu, penyiksaan dirasakan oleh beberapa orang penting, tapi kalau sekarang dirasakan oleh semua orang," kata Hendro saat memberikan keterangan.

Setelah dipindahkan paksa ke dalam kontainer kapal milik tentara, situasi berubah menjadi penuh tekanan. Ancaman ledakan bom yang terdengar silih berganti dari siang hingga malam menciptakan teror mental yang menguras ketahanan para peserta misi.

"Ada bom-bom yang dilancarkan sama mereka menjelang siang gitu atau di malam harinya kayak gitu," urainya.

Kondisi psikologis semakin tertekan dengan munculnya kecurigaan terhadap keamanan ransum dari pihak militer. Menghadapi situasi tersebut, pemuda berusia 24 tahun ini memilih jalur mogok makan meskipun harus menahan dahaga parah.

"Sehingga ya pasti dari saya sendiri melakukan hunger strike, tidak makan rotinya sama sekali," paparnya.

Tekanan tidak hanya menyerang mental, tetapi juga menyasar fisik relawan melalui tindakan kekerasan yang membekas. Dari rentetan kekerasan yang ada, sengatan aliran listrik menjadi yang paling berat dilewati.

"Disetrum adalah penyiksaan yang paling menyakitkan buat saya," ujarnya.

Meski langkah menuju tujuan utama terhenti sementara, semangat para aktivis kemanusiaan ini tidak surut. Pengalaman berharga selama di tengah laut tersebut diakui menjadi motivasi tambahan untuk terus menggemakan suara kemanusiaan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:liputan6.com
Kategori:Basket
wwwwww