Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
11 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
15 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Detec International Junior Championship 2026

Duel Revans Komang Melawan Mika di Perempat Final

Duel Revans Komang Melawan Mika di Perempat Final
Komang Bagus Wahyu Purustama. (Ist)
Rabu, 27 Mei 2026 20:00 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SUKOHARJO - Petenis berusia 14 tahun, Komang Bagus Wahyu Purustama lolos ke perempat final Detec Tennis Junior Championship, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2026). Petenis binaan Kentoeng Tennis Academy ini pun berpeluang untuk revans atas unggulan ketiga, Joachim Mika Gunawan. Setahun lalu pada perdelapan final turnamen yang sama, Komang mesti mengakui keunggulan Mika.

Untuk mencapai perempat final dan meraih pencapaian terbaiknya di turnamen resmi International Tennis Federation (ITF), Komang menyapu bersih tiga laga babak grup di Stadion Tenis Gelora Merdeka.

Komang memastikan hasil di atas usai mengatasi unggulan kedelapan asal Tiongkok, Haoxuan Xu (18 tahun). Di pertandingan terakhir babak grup, pemain asal Bali ini menang rubber set, 7-6(2), 3-6, 10-8.

"Hari ini bermain cukup baik. Tapi, lawan protes-protes set kedua. Jadi, bingung dan hilang fokus. Feeling mukulnya enggak ada, mau nembak malah jadi spin, bola enak enggak kuambil. Ragu-ragu dan sering mati sendiri. Di super, aku coba bermain lepas, tenang, dan enggak mikirin protes lawan. Akhirnya pun menang," ujar Komang, siswa SMPN 1 Bendosari, Sukoharjo.

Sebelumnya, Komang mengoleksi dua kemenangan atas kompatriotnya. Peringkat 1852 dunia mengatasi Rangga Wisnu Kresna Rafansyah (18 tahun), 6-1, 6-7(8), 10-6, dan Roger Wirawan (15 tahun), 6-1, 6-1.

"Aku bermain nothing to lose saja. Aku juga masih 14 tahun, jauh lebih muda. Lawan-lawanku jauh lebih senior juga. Tapi, aku tetap bertekad untuk mendapat juara," ujar penggemar Jannik Sinner.

Pada perempat final, Komang berpeluang membalas kekalahan dari unggulan ketiga, Joachim Mika Gunawan (17 tahun). Setahun lalu pada perdelapan final turnamen yang sama, Komang harus mengakui keunggulan Joachim Mika lewat pertandingan yang cukup ketat, 6-7(2), 6-4, 1-6.

Joachim pun lolos ke perempat final dengan hasil sempurna. Bahkan, petenis Jakarta ini urung kehilangan satu set pun pada babak grup. Ia mengatasi kompatriot, Jordan Faith Suryaatmadja, 6-3, 6-2; petenis Australia, Taro Inue, 6-0, 6-1; dan petenis Korea Selatan, Do Hyeon Kwak, 6-0, 6-1.

Pada perempat final lainnya, unggulan pertama, Muhammad Alfaradu Sumirat turut bertemu rekan senegara, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong. Sementara dua petenis dalam negeri lainnya bakal menghadapi Duan bersaudara asal Amerika Serikat; Rafael Enrico Pribadi menghadapi Brian Duan dan Muhammad Jafar Harisah menantang unggulan kedua, Brandon Duan.

Dengan undian di atas, Indonesia memastikan dua tempat pada semifinal tunggal putra turnamen bertitel resmi ITF J30 Sukoharjo. Berkerja sama dengan Kentoeng Tennis Academy pada edisi kelima, kejuaraan resmi besutan DETEC (Deddy Prasetyo Tennis Club) adalah bukti keseriusan kedua klub dalam mengembangkan ekosistem tenis usia muda di Indonesia. ***

wwwwww